Menu

Video Viral Tertangkap Mesum, Wanita Diarak Setengah Telanjang

  Dibaca : 1810 kali
Video Viral Tertangkap Mesum, Wanita Diarak Setengah Telanjang
Ilustrasi

PASAMAN, METRO
Video pelaku asusila alias mesum diarak warga dalam kondisi tidak berpakaian lengkap atau setengah telanjang viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jorong Ampanggadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Dalam video berdurasi lima menit lebih itu tampak seorang wanita setengah telanjang diarak massa di depan umum di sepanjang jalan raya Ampanggadang. Ironisnya, wanita yang diduga tertangkap basah warga saat sedang mesum dengan salah seorang pria, tampak diseret, ditendang dan nyaris ditelanjangi. Bahkan, kepalanya dilumuri dengan lumpur kotor.

Viralnya video memalukan itu sempat menggemparkan jagat maya di Facebook, Youtube dan WhatsApp. Namun tidak sedikit para netigen yang mengutuk dan menyesalkan apa yang dilakukan warga terhadap sipelaku.

”Hebat sekali cara mengajarinya. Sepertinya mereka tidak pernah saja berbuat dosa, seperti sudah suci saja semua, di sinilah tiba murka Allah itu. Memang betul dia salah, tapi tidak demikian kali cara memperlakukan wanita itu,” tulis Nurhidayah Ritonga.

“Maha suci netizen! Pekerjaan salah tak seharusnya dihujat sampai dipermalukan sebegitunya. Ini negara hukum, apa salahnya langsung di bawa ke pihak berwajib, atau diselesaikan di ketua kampung atau apalah, tanpa harus tidak memanusiakan manusia! Mahaaa sucii netizeeen,” ungkap Ilsa Nurahmi.

“Yang salah memang tak boleh dibenarkan, tapi cara yang dipakai tak seharusnya seperti itu. Mahaaa suciii bagi para netizeeen. Menganggap dirinya paling suci seolah bertindak tanpa hati nurani dan tanpa merasa diri mempunyai noda dan dosaa! Yaaah. Netizeeen memang mahaaa suci. Merasaaa diri paling sucii tanpa tetesan aib tersembunyi sekalipun,” sambungnya.

“Apa yang di perbuat oleh pelaku memang salah, tapi janganlah ditendang, diseret seperti itu kita punya hukum yang dapat menyelesaikannya,” ucap Ria.

Kecaman perlakuan warga terhadap pelaku mesum ini juga dilontarkan oleh Vie Rnb. Menurutnya, warga setempat sudah kehilangan hati nuraninya. Ia pun mempertanyakan keberadaan lembaga perlindungan perempuan di daerah itu.

“Komnas Perempuan mana suaranya? Miris melihat tindakan orang orang yang tidak punya hati nurani bahkan tidak punya otak ini. Apa anda tidak punya anak perempuan, saudara perempuan, atau istri maupun Ibu. Jika perempuan perempuan kalian yang diperlakukan demikian apakah kalian terima. Atau apakah kalian sendiri sudah benar benar suci dan bersihkah? Allah, selalu menutup aib aib kita, baik yang kecil maupun yang besar. Tapi kalian dengan sombongnya mempertontonkan aib saudara kalian sendiri,” pungkasnya.

“Video di arak keliling kampung sangatlah tidak bermoral, demi tuk kata viral,” ungkap Dedi Asmara.

Sementara di sisi lain, Kepala Jorong Ampanggadang, Sastra Nova membenarkan bahwa peristiwa viral itu terjadi di kampungnya, Ampanggadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Dia mengatakan, massa mengarak pelaku itu dengan kondisi setengah telanjang menuju rumahnya. Saat kejadian, ia mengaku sedang tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat kejadian saya tidak berada di TKP. Saya baru tahu ketika warga datangi rumah saya, Senin (31/8) sekitar pukul 14.00 Wib, itu pun saya baru dijemput,” katanya.

Kepada dirinya, massa, meminta agar pelaku mesum itu segera dinikahkan agar tidak membawa malapetaka bagi kampung tersebut. Diakui, warga mengarak perempuan itu dari TKP dengan kondisi memprihatinkan.

“Yah, kejadiannya persis seperti apa yang viral di media sosial itu lah. Korban diarak massa disepanjang jalan, tampak diseret, ditendang dan nyaris ditelanjangi oleh warga,” ujarnya.

Ia mengakui, bahwa pasangan mesum itu langsung dinikahkan pada hari itu juga, di rumahnya. Disaksikan oleh para ninik mamak dan ratusan warga setempat. Menurutnya, aksi tidak manusiawi oleh warga dilatarbelakangi kekesalan warga terhadap prilaku tidak senonoh dan tak bermoral pelaku.

“Tapi, mau gimana lagi, warga sudah tersulut emosinya. Karena ini kejadian kali kedua warga memergoki perempuan itu mesum bersama laki-laki yang sama di rumah tersebut,” katanya.

Nova menambahkan, bahwa korban amukan massa itu merupakan warga Kecamatan Lubuksikaping. Sementara pria yang tertangkap basah sedang berduaan dengannya di kamar rumah itu adalah warganya. “Pasangan wanita itu, laki-laki tersebut warga disini (Ampanggadang), statusnya masih lajang. Sementara wanita itu, bernama Mai Yunita (25), katanya berstatus janda. Dia warga Lubuksikaping,” ujarnya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional