Close

Video Pornonya Tersebar, Wanita asal Solsel Ngadu ke Hotman Paris, Polda Sumbar Pastikan Kasusnya di SP3 Gegara Tak Cukup Bukti

Kombes Pol Dwi Sulistyawan Kabid Humas Polda Sumbar

PADANG, METRO–Polda Sumbar memastikan dihentikannya penyelidikan kasus dugaan pele­cehan seksual dan penyebaran foto serta video porno yang dilaporkan oleh wanita berinisial NWS di Solok Selatan (Solsel) lantaran hasil kesimpulan gelar perkara menyatakan fakta dan bukti terkait kasus tersebut tidak mencukupi.

Pasalnya, setelah Polres Solok Selatan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 15 Desember 2021, Polda Sumbar sudah mengambil alih penanganan perkara itu untuk me-review kasus yang diduga melibatkan 4 laki-laki yang salah satunya oknum polisi tersebut.

Namun, hasil gelar per­kara yang dilaksanakan di Polda Sumbar, hasilnya tetap sama dengan yang telah diputuskan oleh Polres Solok Selatan, yakni laporan dilaporkan NWS pada 5 September 2021 tentang penyebaran video porno tidak dapat ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Berdasar hasil gelar perkara pada Senin (22/7) lalu dipimpin Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Asriwardi Chan memutuskan laporan dilaporkan NWS pada 5 September 2021 tentang Penyebaran Video Porno tidak da­pat ditingkatkan dari pe­nyelidikan ke penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, Minggu (20/1)

Dijelaskan Kombes Pol Dwi, karena berdasarkan gelar kesimpulan bahwa fakta dan bukti tidak mencukupi, oleh karena itu, penyelidikan terhadap kasus ini dihentikan.

“Kami memastikan, da­lam menangani laporan dari masyarakat, penyidik akan bekerja secara profesional dan transparan,” tegasnya.

Diketahui, kasus tersebut kembali muncul ke permukaan setelah korban mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris Hu­tapea. Melalui akun sosial media (sosmed) @hotmanparisofficial, Hotman kemudian menjelaskan duduk perkara kasus tersebut.

Sambil menunjukkan dokumen SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) tertanggal 15 Desember 2021, Hotman Paris mempertanyakan alasan penutupan kasus tersebut. Hotman pun meminta Ka­polda Sumbar dan Kapolres Solok Selatan (Solsel) mem­buka lagi kasus yang melibatkan 4 pria, salah satunya oknum polisi ter­sebut.

Hotman Paris menje­laskan, kor­ban yang seorang perempuan berinisial “NWS” mengaku 4 kali diduga berhubungan intim dengan 4 laki-laki yang berbeda, dan seorang adalah oknum polisi di Solok Selatan. Perbuatan tersebut divideoakan, dan ideo porno itu tersebar di situs website video porno.

“Sudah jelas-jelas video porno itu tersebar, tapi kasusnya sudah dihentikan,” kata Hotman.

Menurut Hotman, dia sendiri sudah melihat foto-foto dan video porno tersebut. Rumah di mana foto dan video porno diambil sudah jelas, alamat dan siapa pemilik rumah. “Lokasi tempat tidur ada, ada semua dengan 4 laki-laki yang berbeda,” jelas Hotman.

Hotman juga meminta Divisi Propam Mabes Polri agar mengambil alih pe­nyelidikan kasus ini, khu­susnya terhadap adanya dugaan keterlibatan seorang oknum polisi.  “Oknum polisi juga ada videonya, ada foto, saat berhubungan intim juga ada,” ujar Hotman.

Menurut Hotman, alang­­kah bijaksananya agar Kapolda Sumbar me­ngambil alih kasus ini dan membuka lagi kasus ini. Soal apakah ada pemaksaan dalam kasus itu, Hotman mengaku belum tahu.

“Jika Polda Sumbar mau membuka lagi kasus tersebut, maka fakta-fakta berupa foto dan video por­no bisa menjadi titik masuk. Kemudian, SP3 dari Polres Solsel yang ditandatangani oleh AKP Dwi Purwanto bisa menjadi petunjuk,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top