Close

Vembi Fernando (CEO Infosumbar), Pentingnya Industri Kreatif dalam Pelestarian Adat dan Budaya

BERIKAN— CEO Infosumbar, Vembi Fernando memberikan materi pada workshop pengamalan ABS SBK Bagi Generasi Muda.

Dikutip dari laman resmi Ke­men­parekraf, secara umum, ada 17 sub­sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Yakni, pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner.  Selain itu juga ada, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, perik­lanan, seni pertunjuukan, penerbitan dan aplikasi.

Potensi industri kretaif di Indonesia cukup besar. Terutama yang ber­kaitan dengan kultur dan kebudayaan Indonesia yang tersebar di penjuru negeri.Beragamnya kebudayaan yang dimiliki Indonesia merupakan keka­yaan yang tidak ternilai dan tidak dibatasi waktu.

Setiap daerah di Indonesia me­mi­liki berbagai etnik budaya, tradisi, desain khas daerah, serta berbagai seni baik rupa dan gerak.

Selain itu, banyak juga kearifan lokal yang dapat dikembangkan men­jadi suatu karya yang bernilai tinggi. Seperti seni tenun, pahat. lukis, kera­jinan dan sebaginya.

Tantangan industri kreatif saat ini yakni, masuknya pesaing dari luar serta masuknya budaya asing. Tan­tangan lainnya, rendahnya apresiasi masyarakat lokal terhadap produk industri kreatif dan perubahan tekh­nologi yang begitu cepat.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, cara membangkitkan industri kreatif hanya dapat dilakukan dengan kolaborasi dari berbagai subsector ekonomi kreatif tersebut.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top