Menu

Vaksinasi Syarat PTM, Disdik Kota Padang Koordinasi dengan Dinkes, Pembelajaran Tatap Muka, Siswa harus Disiplin Prokes

  Dibaca : 112 kali
Vaksinasi Syarat PTM, Disdik Kota Padang Koordinasi dengan Dinkes, Pembelajaran Tatap Muka, Siswa harus Disiplin Prokes
Ilustrasi

AZIZ CHAN, METRO–Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar meminta pemerintah daerah mewajib­kan siswa ketika melakukan proses pem­belajaran secara tatap muka (luring) dibuka kem­bali di sekolah, wajib telah melakukan vak­sinasi. Namun, hal ini menurut Dinas Pendidikan (Dis­dik) Kota Padang masih harus berkoordinasi de­ngan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan juga ke­putusan Walu Kota Padang.

Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Dinas Pendidikan Kota Padang, Syafrizal Syair menyampaikan Disdik Padang akan mengkoordinasikan dengan wako tentang rencana pemberian vaksinasi Covid-19 bagi pelajar, se­bagai syarat untuk proses pem­bela­jaran tatap muka.

“Kita musyawarahkan dahulu dengan atasan dan Dinkes Padang,” ujar Sya­frizal, Minggu (22/8).

Di sisi lain, komunikasi juga harus dilakukan de­ngan wali murid tentang pelaksanaan vaksin ini. Supaya pro dan kontra tak timbul nantinya serta program vaksin yang telah dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo terealisasi dengan baik.

“Disdik akan rangkul semua pihak terkait vaksin bagi pelajar usia 12 – 17 tahun,” ucapnya.

Mengenai mekanisme dan teknisnya, Disdik akan serahkan ke Dinas Kese­hatan Padang. Ia me­nyam­paikan, proses bela­jar ta­tap muka waktunya belum bisa dipastikan kapan serta Disdik akan minta izin dulu kepada pimpinan atau Wali Kota. Kemudian, per­kem­bangan kasus corona juga akan ditinjau dulu.

“Jika situasi aman, PBM Tatap Muka siap digelar dan bila sebagian, pro­sesnya dibagi yakni se­tengah daring dan sepa­roh­nya tatap mu­ka,”­pa­parnya.

Ia menyampaikan, jika semua pelajar telah di vak­sin tak tertutup kemung­kinan  pelaksanaan belajar tatap muka bisa cepat di­gelar. Pelaksanaannya ten­tu me­nerapkan Prokes. Agar klas­ter baru tak mun­cul dan mata rantai pene­ba­ran terputus.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry menyampaikan koordinasi dengan semua pihak itu memang perlu dilaksanakan agar keke­liruan tak terjadi dan wali murid memahami dengan baik.

“Itu hal yang wajar dila­kukan. Jika tidak maka masalah baru akan timbul,” ucap kader Demokrat ini.

Soal pemberian vaksin bagi pelajar, Komisi IV DPRD Padang mendukung asalkan tak salah sasaran dan dosisnya sesuai serta tak berdampak pada kese­hatan anak setelah itu.

Sebelumnya, Ketua IDAI Sumbar Dr. Didik Hari­yanto, Sp.A(K) saat pelak­sanaan Gebyar Vaksinasi untuk anak ­usia 12-17 tahun di RSUP M Djamil Padang, Jumat (20/8) lalu men­jelas­kan, vak­sinasi Covid-19 untuk anak bertujuan untuk proteksi bagi anak agar tidak terserang oleh Covid-19.

“Saat ini, angka kema­tian akibat Covid-19 telah mencapai 11 ribu lebih. Terhitung dari Juni, Juli, dan Agustus 2021 kami men­catat, 13 orang anak me­ninggal akibat covid-19. Oleh karena itu, dengan me­lakukan vaksinasi ter­ha­dap anak yang berusia 12-17 tahun, di harapkan tidak ada lagi anak yang terpapar oleh Covid-19,” katanya.

“Oleh karena itu, kami meminta pemerintah me­netapkan aturan vaksinasi Covid-19 menjadi syarat mutlak saat proses pem­belajaran luring di mulai. Jika belum melakukan vak­sinasi, diharapkan siswa mengikuti proses pem­belajaran secara daring saja,” imbuhnya.

Sementara, menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Na­diem Makarim membo­leh­kan anak yang belum di­vak­sin untuk mengiktui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

“Bagi sekolah yang pe­serta didiknya belum men­dapatkan giliran vaksinasi, sekolah di wilayah PPKM level 1-3 tetap dapat me­nye­lenggarakan PTM ter­batas,” kata Nadiem dalam keterangannya, Kamis, 19 Agustus LALU.

Nadiem mengatakan, penyelenggaraan PTM ter­batas harus menge­depan­kan prinsip kehati-hatian, kesehatan, dan kese­lama­tan seluruh insan pendi­dikan dan keluarganya, sesuai daftar periksa yang ditentukan dalam SKB Em­pat Menteri.

Menurut Nadiem, ke­men­teriannya saat ini me­ren­canakan adanya sen­tra vaksinasi untuk mem­per­cepat pemberian vak­sinasi bagi pelajar.

Berdasarkan dashboard vaksinasi Kemen­te­rian Kesehatan, sebanyak 26,7 juta usia 12-17 tahun menjadi target vaksinasi Covid-19. Dari total target, yang menerima dosis per­tama baru mencapai 9,09 persen atau 2,4 juta orang. Sedangkan 4,01 persen atau sekitar 1 juta anak dan remaja sudah menerima dosis lengkap.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya juga mempersilakan opsi PTM secara terbatas dige­lar apabila seluruh pelajar telah mendapatkan vaksi­nasi Covid-19. Jokowi me­nyadari antusiasme pela­jar dan guru yang berharap agar bisa segera mela­kukan belajar tatap muka di sekolah. Namun, ia me­ng­ingatkan seluruh pihak berhati-hati agar tidak ada yang terpapar Covid-19 jika PTM digelar. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional