Close

Vaksinasi Siswa Asrama Menjadi Diprioritas di Kota Padangpanjang

H. Fadly Am­ran.

PDG.PANJANG, METRO–Wali Kota, H. Fadly Am­ran, instruksikan  Dinas Kesehatan (Dinkes) memprioritaskan realisasi vaksinasi pelajar yang menempuh pendidikan pada se­kolah berbasis asrama. Hal itu guna mencegah terja­dinya kembali klaster di satuan pendidikan ini.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Evaluasi  PP­KM Level 3 bersama Forkopimda dan pejabat terkait. Selain itu, Fadly Amran juga menegaskan instansi terkait segera mengambil langkah cepat penanganan siswa yang terpapar virus.

“Kepada Dinkes diminta untuk mengebut vaksinasi di sekolah berasrama. Pelajar, santri yang akan masuk pondok pesantren  atau asrama harus sudah divaksin terlebih dahulu. Saya meminta pencapaian vaksinasi sekolah asrama  100 persen. Ini prioritas, karena kasus terkonfirmasi Covid-19 beberapa waktu lalu juga muncul dari klaster asrama,”  ujar Fadly.

Di samping itu, Fadly meminta penyelenggara­an MTQ Nasional XXXIX Tingkat Sumbar di Kota Padangpanjang memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang baik, serta menghadirkan Satgas khu­sus Covid-19.  “Ini menjadi perhatian kita juga. Kita siap menjadi tuan rumah, tentu  perlu ada satgas khusus untuk Covid di M­TQ. Jangan terjadi outbreak. Penerapan  prokes harus diperhatikan,” ujar­n­ya.

Kemudian, sinergisitas antar kelurahan, lanjut Fadly, sangat penting da­lam penanganan Covid-19, dan penerapan PPKM . “Ini catatan penting. Ditingkat kelurahan perlu dievaluasi. Jangan terjadi lonjakan. Kita berharap bisa Level 2 atau Level 1,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota,  Asrul menyampaikan, siswa asrama di SMAN 1 yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari  Kota Padangpanjang harus didata. Kemudian meminta pe­ngawasan yang ketat da­ri Satgas Covid-19 di sekolah berasrama. 

“Kalau  bisa sekolah yang punya asrama diawasi dengan ketat. Selama ini banyak terkonfirmasi berasal dari sekolah yang punya asrama,” katanya.

Adapun terkait MTQ, Asrul mengatakan, hen­dak­nya yang mengikuti kegiatan itu sudah memilik surat bebas Covid-19.

 ”Yang ikut MTQ, setiap kafilah dari berbagai dae­rah harus punya surat bebas Covid-19,” sebutnya.

Ketua DPRD Padangpanjang Mardiansyah, me­ngatakan, pengawasan da­ri Satgas Covid-19 harus tiap hari di sekolah-se­kolah. 

“Prokes di lingkungan sekolah harus ketat. Disertai dengan penyemprotan disinfektan. Lalu, rumah isolasi di kelurahan perlu digalakkan kembali,” ujar­nya.(rmd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top