Close

Vaksinasi Anak sudah 52,5 Persen di Kota Padang, Pesantren Ramadhan, Dinkes bakal Sasar Masjid/Mushalla

Srikurnia Yati Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang

AIA PACAH, METRO–Pencanangan vaksinasi anak di Kota Padang, memberikan dampak positif dalam pencapaian target anak yang akan disuntik vaksin di Kota Padang. Hingga pekan kedua Maret ini, persentase vaksinasi anak sudah di angka 52,5 persen.

Capaian vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun ini diperkirakan akan terus merangkak naik, seiring makin tingginya kesadaran orang tua untuk mengizinkan anaknya un­tuk disuntik vaksin Covid-19 tersebut.

Selain tingginya kesadaran wali murid, capaian vaksinasi ini juga dibantu dengan sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang No.­421.1/456/DikbudDikdas.03/2022 yang mewajibkan sis­wa SD di Kota Padang untuk tetap vaksin, bila tak vaksin, anak tak bisa belajar tatap muka di sekolah, memberi efek signifikan terhadap capaian persentase vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Srikurnia Yati, mengatakan sasaran anak usia 6-11 tahun yang akan divaksin adalah 88.330 anak. Saat ini capaiannya sudah 52,5 persen.

“Alhamdulillah setiap pekan persentase terus bertambah. Dinkes akan bergerak selalu mengejar target yang ditetapkan,” ujar Srikurnia, Kamis (17/3).

Di sisi lain, selama bulan suci Ramadhan mendatang, karena peserta didik proses belajarnya dialihkan ke rumah ibadah yakni mengikuti Pesantren Ramadhan, maka Dinkes berencana menyasar masjid/mushalla. Rencananya pe­tu­gas Dinkes akan menyosialisasikan vaksinasi anak saat kegiatan Pesantren Ramadhan.

“Namun itu akan dikoordinasikan dahulu dengan Disdikbud dan pihak lainnya. Kita lihat lah nanti. Yang jelas Dinkes siap tuntaskan capaian vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun,” paparnya.

Ia mengajak kepada semua wali murid, untuk memvaksin anaknya bagi yang belum. Jangan takut. Sebab, vaksinasi dapat mencegah penularan virus corona dan menambah imun tubuh.

Ia menyampaikan, da­lam pelaksanaan di lapangan kendala yang dihadapi Dinkes tidak ada. Hanya saja sebagian wali murid tidak memberi izin anak-anaknya disuntik vaksin. “Kita tidak bisa memaksakan agar anak disuntik. Semuanya harus izin dari orang tua. Jika sudah ada surat izin, barulah vaksinasi diberikan,” ulasnya.

Hingga kini Dinkes Pa­dang terus memberikan edukasi kepada warga soal vaksinasi pada anak usia 6 – 11 Tahun di seluruh Pus­kes­mas dan juga di seko­lah. Hal ini agar orang tua pa­ham, mengerti serta ke­raguannya untuk mevak­sin anak hilang.

“Sosialisasi dengan me­li­batkan semua pihak tidak pernah berhenti digelar Dinkes. Kita berharap wali murid yang punya anak usia 6 sampai 11 ta­hun mau divaksin,” papar­nya.

Menurutnya, dengan divaksin penularan virus dapat dicegah dan imun tubuh bertambah. Jika me­nga­lami hal yang tidak diin­ginkan pada anak, Dinkes siap berikan penanganan dan pertolongan.

Selain itu, ia mengingatkan kepada anak yang telah di vaksin, agar selalu terapkan Prokes dalam beraktivitas dan jangan lengah. Sebab, kasus corona varian Omicron masih melanda negeri ini.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye meminta kepada Dinkes untuk terus bergerak dan edukasi wali murid. Supaya capaian terpenuhi dan Padang keluar dari PPKM Level III. “Dinkes jangan menyerah serta rangkul semua pihak dalam menjalankan tugas mencapai target vaksinasi,” ujar kader Gerindra ini.

Ia menyampaikan juga, capaian vaksinasi menentukan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Ma­sya­rakat (PPKM) di Kota Pa­dang.  ”Saat ini Kota Pa­dang kembali berada di PPKM level III. Jika berada di level IV tentu banyak persoalan yang akan timbul. Mall ditutup, tempat hiburan di tutup, pasar dibatasi. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top