Close

UUS Bank Nagari Raih Sharia Awards 2022, Terbaik di Kelas Aset Rp2,5 T sampai di bawah Rp5 T

PRESTASI— Foto bersama Dirut Bank Nagari Muhamad Irsyad (dua dari kanan), Chairman Infobank Eko B Supriyanto, Pincab Bank Nagari Syariah Padang Heri Fitrianto (Paling kiri), dan Kabag Humas Bank Nagari Intan Evannita Evandry.

BALI, METRO–Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari berhasil meraih penghargaan Infobank 11th Sharia Awards 2022 di kelompok UUS Bank kelas aset Rp2,5 triliun sampai dengan di bawah Rp5 triliun. Bahkan, UUS Bank Nagari menjadi yang terbaik di kelompok penghargaan tersebut dan masuk ke dalam 3 UUS yang berhasil meraih predikat Sangat Bagus.

Penghargaan Infobank 11th Sharia Awards 2022 diterima langsung oleh Di­rektur Utama (Dirut) Bank Nagari, Mu­hamad Irsyad, di The Stones Hotel, Legian, Bali, tempat dilaksanakannya Infobank 11th Sharia Awards 2022 sekaligus ke­giatan Islamic Finance Sum­­­mit 2022.

Dirut Bank Nagari Mu­hamad Irsyad mengata­kan, UUS Bank Nagari be­rada di posisi terdepan di kelompok UUS Bank kelas aset Rp2,5 triliun sampai dengan di bawah Rp5 tri­l­i­un dalam acara peng­har­gaan tersebut.

Ia menambahkan, UUS Bank Nagari berhasil me­raih skor sebesar 94,03 persen, yang kemudian disusul oleh Bank Kal­tim­tara dan Bank Kalsel. UUS ­Bank Nagari mampu me­maksimalkan kinerja bisnis dengan sangat baik dalam setahun terakhir. Skor ini meningkat diban­dingkan dengan tahun se­belumnya yang tercatat sebesar 86,10 persen.

Pada tahun 2021 lalu, UUS Bank Nagari dengan aset sebesar Rp2,66 triliun, berhasil membukukan sejumlah pertumbuhan yang positif, yaitu dari sisi pembiayaan tumbuh 30, 03 persen secara tahunan atau menjadi Rp2,06 triliun dari Rp1,58 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini diatas rata-rata Industri yang tercatat 11,59 persen.

Irsyad menjelaskan, kenaikan pembiayaan UUS Bank Nagari juga diikuti dengan kualitas pembia­yaan yang terjaga, ditandai dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang mengalami penurunan da­ri 2,27 persen pada tahun 2020 menjadi 1,65 persen pada 2021. Ini membuk­tikan, Bank Nagari mampu mengelola kualitas pem­biayaannya menjadi lebih baik.

Sementara Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari menambahkan, pres­­tasi yang diraih oleh UUS Bank Nagari tidak lepas daripada Dana Pihak Ketiga (DPK) UUS Bank Nagari tercatat Rp2,48 tri­liun atau tumbuh 16,37 persen. De­ngan tumbuh­nya dari sisi pembiayaan dan DPK turut mendorong perolehan La­ba UUS Bank Nagari men­jadi RP67,78 miliar atau tumbuh 74,18 persen.

“Kenaikan laba ini sei­ring dengan rasio profita­bilitas Return On Asset (ROA) UUS Bank Nagari tumbuh 2,60 persen, naik dari tahun sebelum­nya yang tercatat 1,68 per­sen,” ujarnya.

Dengan prestasi yang didapatkan tersebut, Gusti berharap UUS Bank Nagari terus termotivasi untuk bisa berkontribusi semak­sima­l mungkin dalam pe­ningkatan perekonomian, khususnya syariah, di Pro­vinsi Sumbar.

“Prestasi ini juga tidak terlepas dari kerja keras jajaran direksi, baik Direk­tur Ke­uangan Sania Putra, Di­rektur Operasional Syaf­ri­zal, dan Direktur Kepa­tuhan Restu Wirawan, ser­ta selu­ruh karyawan Bank Nagari,” se­but­nya.

Untuk dike­tahui, ma­jalah Infobank be­kerja sama de­ngan Masya­rakat Ekonomi Syariah (MES), Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbi­sin­do), Bank In­donesia, serta Kamar Da­gang dan Industri In­donesia (Ka­din), menye­leng­­garakan Is­­lamic Finan­ce Summit 2022, dengan tema “Building Economic Resilience During Uncertainty by Strengthening Halal Industry:­ Arah Pengem­bangan Per­ban­kan dan Ke­uangan Sya­riah Dalam RUU P2SK”, Kamis, (22/9) di The Stones Hotel, Legian Bali.

Sederet pembicara yang hadir dalam event tersebut antara lain Wakil Presiden RI dan Ketua De­wan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) serta Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Ke­uangan Syariah (KNEKS) Maaruf Amin, Ketua Umum PP MES sekaligus Menteri BUMN RI Erick Thohir, Di­rektur Eksekutif, Kepala Perwakilan BI Pro­vinsi Bali Trisno Nugroho, Anggota Dewan Komisio­ner OJK Bidang Penga­wasan Per­bankan Dian Edia­­na Rae, Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Sekre­taris Jenderal PP MES seka­ligus Komi­saris Utama Bank Mua­malat Indonesia Iggi Haru­man Achsien.

Sementara sesi guest panelist dihadiri oleh Hery Gunardi selaku Direktur Utama Bank Syariah Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Bank Sya­riah Indonesia (Asbisindo) dan Ben­dahara Umum MES, Herwin Bustaman selaku Direktur Unit Usaha Syariah Per­matabank, Fathan Subchi selaku Anggota Dewan Penggerak MES dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI. Sesi guest panelist dimo­deratori oleh Eko B Supri­yanto selaku Chairman Infobank Media Group dan Dewan Peng­gerak PP MES.

Dan masih satu rang­kaian dengan Islamic Finance Summit 2022, Maja­lah Infobank turut me­nyelenggarakan Infobank 11th Sharia Awards 2022. Ada 100 lembaga keua­ngan syariah berpredikat “Sangat Bagus” yang men­dapatkan apresiasi dari Infobank.

Mereka terdiri atas bank umum syariah (BUS), unit usaha syariah (UUS) bank, bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), perusahaan asuransi sya­riah, dan perusahaan pen­jaminan.

Infobank 11th Sharia Awards 2022 didasarkan pada rating 98 Institusi Keuangan Syariah versi Infobank 2022 yang dike­luarkan oleh Biro Riset Infobank (birI). Biro Riset Infobank (birI) melakukan penilaian kinerja terhadap tiga hal utama, yakni rasio keuangan penting, per­tumbuhan, dan tata kelola perusahaan selama pe­riode kinerja 2020  2021.

Penilaian GCG dan ma­na­jemen risiko melengkapi pendekatan yang selama ini dipakai Biro Riset Info­bank dalam mengukur ki­nerja keuangan institusi ke­uangan syariah, yaitu pen­dekatan rasio keuangan penting dan pertumbuhan. Biro Riset Infobank kemu­dian menerapkan lima lang­kah besar untuk menen­tukan rating dengan predi­katnya hingga peringkat.

Satu, menentukan formula rating yang dida­sarkan pada perkem­ba­ngan ins­titusi keuangan syariah dan kebijakan re­gu­lator serta pencapaian secara industri. Kedua, me­ngum­pulkan laporan keuangan institusi keua­ngan syariah yang terdiri atas neraca dan rugi laba selama dua tahun beserta laporan GCG dan profil risikonya.

Ketiga, memasukkan skor GCG dan profil risiko serta mengolah angka-angka dengan berbagai rasio dan pertumbuhan yang sudah ditetapkan untuk dikaitkan dengan pembobotan. Keempat, memberikan notasi akhir untuk menentukan pre­dikat. Dan kelima, mema­sukkan bank syariah, bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), perusahaan asu­ransi syariah, serta peru­sahaan penjaminan sya­riah berdasarkan uk­u­ran­nya seperti yang sudah ditentukan.

Berkaitan dengan pe­nambahan penilaian GCG tersebut, Chairman Info­bank Media Group, Eko B Supriyanto mengatakan bahwa industri keuangan syariah nasional perlu me­nerapkan GCG yang akun­tabel dan inovasi teknologi yang progresif.

“Tidak cukup hanya melakukan pendekatan pada sisi emosional nasa­bah syariah semata. Lem­baga keuangan yang ber­gerak di sektor keuangan syariah juga perlu menjaga citra excellence melalui penerapan GCG dan mana­jemen risiko yang baik,” ucap Eko.

Eko melanjutkan, ha­nya dengan begitu maka lembaga keuangan sya­riah dapat bertumbuh se­cara berkelanjutan di te­ngah ketatnya kompetisi pasar.

Rangkaian acara dapat terlaksana juga berkat du­kungan sejumlah pihak, yakni Telkomsel, Asuransi Umum Bumida, BRI Finance, Bank Syariah Indonesia, PTPN 5, Bank Man­diri, PLN Mobile, PLN, Bank Kaltim­tara, PermataBank Syariah, Bank Sulselbar, Capital Life Syariah, As­krida Syariah, BPRS Harta Insan Karimah Parahya­ngan, Aswata, Asu­ransi Ramayana, CIMB Nia­ga Syariah, Pan­fic, Sompo Insurance, Asu­ransi Cakra­wala Proteksi, BRI, Sahabat Insurance, Asuransi Sinar­mas, ACA Insurance, PNM, Bank Na­gari, Bank Kalsel, Yodya Karya, Sarana Multi Infras­truktur.

Kemudian, Kliring Ber­jangka Indonesia, Jasa Tirta I, BNI Life, Jamsyar, Perkebunan Nusantara, Pupuk Indonesia, BTPN Syariah, Bank Syariah Ar­tha Madani, Jasa Raharja, BPRS Botani, Bank NTB Syariah, Sarana Multigriya Finansial, BRK Syariah, dan Bank BPD DIY Syariah. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top