Menu

Utamakan Keselamatan Siswa di Mentawai, Disdikbud Perpanjang PJJ

  Dibaca : 98 kali
Utamakan Keselamatan Siswa di Mentawai, Disdikbud Perpanjang PJJ
KETERANGAN— Kadisdik Oreste Sakeroe bersama tim Covid-19 memberikan penjelasan soal PJJ siswa di Mentawai.

MENTAWAI, METRO
Penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, ternyata berdampak terhadap proses belajar siswa di Mentawai. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Oreste Sakeroe, membuat keputusan untuk perpanjangan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dikatakan Kadisdik Oreste Sakeroe, dalam hal menetapkan keputusan perpanjangan penerapan PJJ ini, diputuskan setelah adanya pertimbangan Pemkab Mentawai terkait keselamatan anak terhadap penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat.

“Diputuskan perpanjangan PJJ ke depan sampai dengan akhir semester ganjil, atau 19 Desember 2020 penerimaan rapor,” sebut Oreste Sakeroe, kepada wartawan saat jumpa pers di aula kantor bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (2/10) lalu.

Dikatakan, pelaksanaan PJJ ini akan berakhir besok, sesuai dengan evaluasi, bahwa PJJ bakal di perpanjang lagi.

Pada saat ini, hampir di semua Kabupatan kota se Sumatera Barat masih menerapkan PJJ. “Jadi bukan hanya Mentawai saja yang menerapkan sistem ini, dikarenakan daerah kita masih berbahaya terhadap penularan Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19) ini,” jelas Oreste Sakeroe.

Kadisdik juga menuturkan, demi untuk keselamatan anak dan sesuai dengan pertimbangan diputuskan bersama PJJ di perpanjang hingga Deember, maka dari itu, selama PJJ siswa-siswi hanya belajar di rumah.

Pada kesempatan itu, Kadisdik Oreste Sakeroe juga menghimbau, untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19, mari kita bersama-sama mentaati aturan protokol Kesehatan yang sudah di tetapkan Pemerintah kita, supaya Pandemi Covid-19 dapat cepat berakhir dan aktivitas anak sekolah di buka dengan tatap muka kembali nantinya.

Lebihjauh dikatakannya, bertambah lagi dua orang pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) hasil test Swab Fakultas kedokteran Unand Padang di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (2/10).

Mewakili Juru bicara Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai Lahmuddin Siregar, oleh wakili Sekretaris Dinas Kesehatan, Relianas Tasir menerangkan, ke dua pasien tersebut diduga terinfeksi di tempat kerja dan tidak mempunyai riwayat perjalanan.

“Dalam hal ini penyebaran pandemi Covid-19 ini, sudah ada di tempat kita, yang harus kita lakukan yaitu menaati protokol kesehatan. Saat ini ke dua pasien Covid-19 tersebut langsung menjalani isolasi di RSUD Mentawai,” sebut Wakil Sekretaris Dinas Kesehatan Relianas Tasir.

Sementara, penambahan kasus, berasal dari kluster perkantoran BPBD Kepulauan Mentawai yakni Pasien laki laki (50) salah satu ASN yang berdomisili di Km 4, dan pasien perempuan (39) bekerja sebagai honorer.

“Saat ini total pasien sudah mencapai 43 orang dengan rincian, sembuh 33 orang, selebihnya masih dalam pengobatan di rawat di tempat khusus yang telah di sediakan tim medis,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Wakil Sekretaris Dinas Kesehatan Relianas, juga menghimbau, kepada masyarakat agar selalu menaati aturan protokol kesehatan Covid-19 supaya kita dapat segera memutus mata rantai penularan virus ini.

“Tentunya, dengan menggunakan masker disaat bepergian ke luar rumah, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, jaga jarak ditempat kerumunan, dan jaga imunitas tubuh agar tetap sehat,” ucap Relianas,” mengakhiri. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional