Menu

Ustaz Arifin Ilham Tulis Surat Wasiat, Siapkan Kain Kafan Jelang Wafat

  Dibaca : 166 kali
Ustaz Arifin Ilham Tulis Surat Wasiat, Siapkan Kain Kafan Jelang Wafat
PERSIAPKAN KEMATIAN— Ustaz Arifin Ilham meninggal karena penyakit kanker getah bening yang diidapnya, Rabu (22/5) pukul 23.20 WIB. Dia tutup usia saat dalam perawatan di Malaysia. Sebelum wafat, Arifin telah memersiapkan segala "keperluannya."

JAKARTA, METRO – Ulama besar yang juga pendiri Yayasan Pesantren Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham alias Ustaz Arifin Ilham meninggal karena penyakit kanker getah bening yang diidapnya, Rabu (22/5) pukul 23.20 WIB. Dia tutup usia saat dalam perawatan di Malaysia.

Arifin Ilham sempat menyembunyikan penyakit kanker nasofaring ke publik. Dia baru mengabarkan penyakitnya itu pada Desember 2018, dan dia menyatakan saat itu kanker yang diidapnya berada pada stadium 4. Namun, ketika itu dia mengaku kondisinya berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama dua bulan.

“InsyaAllah secepatnya Abi dipulangkan dari Malaysia dan dimakamkan di pesantren Azzikra, Gunung Sindur, Bogor. Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah,” ucap Alvin, putra sulung Arifin Ilham yang menginformasikan meninggalnya sang ulama.

Salah satu sahabat mendiang, KH Abdullah Gymnastiar atau dikenal dengan nama Aa Gym juga membenarkan kabar itu.

“Semoga beliau berbahagia berjumpa dengan Allah yang amat dicintai dan dirindukannya. Selamat jalan wahai mujahid. Allohummaghfirlahuu Warhamhuu Wa’afiih Wa’fuanhuu,” kata Aa Gym.

Sebelum meninggal dunia, Arifin telah mempersiapkan kematiannya. Hal tersebut diketahui dari pernyataan para sahabatnya. Adapun yang disiapkannya adalah sebuah surat wasiat. Surat wasiat tersebut ditulisnya sendiri dalam keadaan sakit.

Surat wasiat itu berisi ingin dishalatkan dua kali. “Kafani, shalatkan dua kali di 2 lokasi yang berbeda. Pertama shalat di Masjid Az Zikra Sentul dan kemudian shalat kedua di Masjid Gunung Sindur,” tulis Arifin.

Arifin meminta para sahabatnya untuk menguburkan dirinya di Gunung Sindur. Tepatnya di Ponpes Az Zikra Gunung Sindur Bogor. Dia juga telah mempersiapkan kain kafannya sendiri.

“Kuburan di samping mesjid Gunung Sindur yg telah arifin siapkan dg kain kafannya,” tulis Arifin Ilham di akun Instagramnya.

Terakhir, dia menyebut telah siap meninggal. “Beliau bilang ‘Abang udah siap menghadap Allah. Kekasih ketemu Kekasihnya, pasti senang. Kematian adalah pintu yang sangat indah. Bagi seorang hamba, jika ia kekasih, untuk ketemu dengan Kekasihnya,’ begitu katanya,” tutur Ustadz Yusuf Mansyur, kemarin.

Putra sulung Ustadz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, mengaku tidak akan lupa apa yang diwasiatkan mendiang ayahnya, yaitu merawat Pesantren Az-Zikra. Terlebih kini Alvin menggantikan peran Pimpinan Majelis Az-Zikra itu sebagai kepala keluarga.

‘’Pesan Abi yang terakhir itu jaga pesantren. Itu pesan yang selalu Abi sampaikan,’’ ujar Alvin didampingi dua saudaranya Muhammad Amer Azzikra dan Muhammad Azka Najhan kepada awak media di Majelis Az-Zikra Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/5).

Meski begitu, ketika ditanya kesiapannya menggantikan posisi Ustadz Arifin Ilham, Alvin nampak masih ragu. Ia berbalik meminta doa untuk kesanggupan merawat pesantren yang dititipkan.

“Itu sudah amanah. Kalau dibilang apakah siap, Alvin ngga bisa jawab. InsyaAllah, kami mohon doanya,” katanya.

Seperti diketahui, almarhum Ustadz Arifin Ilham memiliki dua pesantren bernama Az-Zikra di Kabupaten Bogor. Satu di Sentul Babakan Madang, satu lainnya di Gunung Sindur.

Selain diminta untuk menjaga pesantren, Alvin mengaku terus teringat mengenai pesan moral yang selalu disampaikan Ustadz Arifin. Salah satunya yaitu mengenai ketabahan.

‘’Jangan berlarut dalam kesedihan kata Abi, karena semua akan wafat. Dunia ini sementara,’’ tuturnya.

Arifin Ilham dimakamkan Kamis malam di di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Ribuan orang memadati kawasan itu. Bahkan, meski jenazah sang ustaz masih belum tiba, namun mereka tak segan untuk menunggu. Mereka terlihat melakukan dzikir dan doa di dalam masjid sambil menunggu kedatangan jenazah. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional