Menu

Ustadz, Takmir dan Marbut bakal Divaksin

  Dibaca : 136 kali
Ustadz, Takmir dan Marbut bakal Divaksin
Duski Samad, Ketua (MUI) Kota Padang

IMAMBONJOL, METRO
Menjelang memasuki Ramadhan 1422 Hijriyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang mengeluarkan imbauan tentang tata cara  pelaksanaan shalat berjamaah di masjid atau mushalla di Kota Padang kembali dilaksanakan secara normal.

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Duski Samad. Ia mengatakan, shaf rapi dan rapat seperti sebelumnya dengan tidak lagi berjarak.

“Bahwa hal ini tercantum dalam Maklumat dan Tausiyah MUI Padang Nomor 004/MUI-PDG/XII/2020. Maklumat dan Tausyah ini dikeluarkan MUI Kota Padang pada 31 Desember 2020. Salah satu isinya, salat berjamaah termasuk shalat tarawih di masjid atau mushalla kembali dilaksanakan secara normal. Shaf rapi dan rapat. Tidak perlu berjarak lagi,” katanya, Kamis (25/3).

Menurutnya, pelaksanaan shalat dilakukan dengan tetap menjalankan standar protokol kesehatan (prokes) penanganan Covid-19. Seperti pengurus masjid atau mushalla menyediakan tempat cuci tangan agar jamaah bisa mencuci tangan sebelum memasuki masjid atau mushalla.

Duski yang juga Ketua Dewan Indonesia (DMI) Sumbar ini, mengimbau masyarakat untuk melaksanaan shalat tarawih pada Ramadhan 1442 H di masjid/mushalla. Hal ini berdasarkan surat imbauan menyambut Bulan Ramadhan yang dikeluarkan DMI Provinsi Sumbar, nomor 007/PW- DMII/SB/111/2021.

Duski Samad mengatakan DMI mengeluarkan imbauan ini dengan pertimbangan kasus covid-19 sudah bisa dikendalikan. Dalam imbauan tersebut, DMI Sumbar juga mengajak PD DMI kabupaten/kota, pengurus masjid/ musahala untuk mengajak umat melaksanakan salat tarawih, tadarus, tausiyah pada bulan Ramadhan di masjid, mushala ataupun surau.

“Pengurus masjid, mushala, dan surau diminta tegas menegakan protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan, membawa sajadah sendiri, menunjuk petugas khusus untuk mengawasi penegakan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kegiatan iktikaf, amil zakat, Idul Fitri dan ibadah lainnya tetap dilaksanakan dan disemarakan tetap dengan prokes. “Kita mendorong pelaksanaan ibadah selama Ramadhan, karena kita juga sudah mendengar pandangan pakar kesehatan, Doktor Andani. Pertama, wabah ini sudah terkendali. Pengobatannya sudah ada, masyarakat juga sudah punya kesadaran,” katanya.

Selain itu, kata Duski, penyebarannya dipastikan hanya lewat droplet, sehingga itu tidak akan terjadi kalau orang sedang shalat berjamaah.

“Kata Dokter Andani pun begitu, droplet terjadi ketika kita berhadap-hadapan. Itu alasan-alasannya. Selain itu, harus diakui bahwa situasi sosial masyarakat sudah sangat terbuka,” ungkapnya

”Jika tidak kita izinkan untuk shalat berjamaah, dikhawatirkan akan menjadikan iman dalam jiwa masyarakat akan semakin lari dan tergerus,” katanya.

Ia juga meminta semua elemen masyarakat dan pemerintah, khususnya umat muslim lebih disiplin dalam penerapan budaya hidup Islami untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Vaksinasi Masal
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Mastilizal Aye mengatakan, ketentuan shalat berjamaah oleh MUI Padang sudah seharusnya dilakukan.

“Mari kita ramaikan masjid kembali, apalagi bulan Ramadhan dan kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT. Mudah-mudahan wabah corona dicabut dan hilang dari muka bumi. Akan tetapi tetap perhatikan prokes 3M, yakni mencuci tangan menjaga jarak dan mencuci tangan,” ungkap Aye yang juga ketua Badan Kehormatan ( BK) DPRD Padang itu.

Selain itu, Aye menambahkan, perlu juga ada vaksinasi takmir dan marbut (garin) masjid dilakukan oleh Dinas Kesehatan kota Padang.

“Selain untuk menyukseskan vaksinasi program pemerintan, juga diharapkan menciptakan anti bodi buatan, sehingganya tidak mudah terinfeksi Covid-19. Mari kita tetap patuh terhadap prokes setiap menjalankan aktivitas termasuk dalam beribadah,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferrimulyani Hamid mengatakan, bakal direncanakan vaksinasi  takmir dan marbut (garin) Masjid di Kota Padang.

“Sejauh ini kita masih menunggu data di bagian Kesra Pemko Padang untuk didata, setelah itu akan dilakukan vaksinasi bagi marbut masjid maupun takmir serta penceramah maupun ustaz di Kota Padang,” tukasnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional