Menu

Usai Videonya Viral, Pria Wajah Berdarah di Pos Penyekatan Padang-Solok Minta Maaf ke Polisi

  Dibaca : 362 kali
Usai Videonya Viral, Pria Wajah Berdarah di Pos Penyekatan Padang-Solok Minta Maaf ke Polisi
MINTA MAAF— Awaludin Rao yang viral gara-gara wajahnya berdarah di pos penyekatan PPKM Darurat Padang-Solok mendatangi Polresta Padang untuk meminta maaf.

PADANG, METRO–Setelah videonya viral, pria yang wajahnya berlumuran darah menga­ku tertusuk pena gara-gara didorong petugas di pos penye­katan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Padang-Solok, akhirnya mendatangi Polresta Padang, Minggu (18/7), sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun, berdasarkan klarifikasi dari pihak Pol­resta Padang, pria tersebut mengalami luka bukan ka­rena tusukan pena. Tetapi, ia mengalami luka akibat terbentur sudut pintu mo­bilnya sendiri, karena memberontak saat disuruh putar balik oleh petugas di pos penyekatan PPKM Da­rurat.

Pria tersebut diketahui bernama Awaludin Rao. Ia datang ke Polresta Padang untuk menyampaikan per­mintaan maaf terkait viral­nya video tersebut. Saat datang ke Polresta Padang, Awaludin Rao tampak ma­sih dibalut perban pada pelipis matanya yang me­ngalami luka.

“Saya datang ke sini dengan kesadaran sendiri tentang video saya yang sudah terlanjur viral. Kita tidak bicara ke belakang lagi,” kata Awaluddin ketika diwawancarai wartawan.

Dikatakan Awaludin, saat kejadian itu dirinya dalam situasi panik. Hal ini membuatnya berteriak dan meminta tolong karena wajahnya yang telah ber­darah. Namun, Awaludin Rao mematikan tidak ada tindakan penusukan ter­hadap matanya.

“Saya tidak melihat ada aparat yang menusuk sa­ya. Hanya saja, saat itu saya sudah melihat sudah berdarah kening saya ma­kanya saya berteriak-te­riak meminta tolong. In­tinya tidak ada saya me­lihat jelas ada aparat me­nusuk saya,” ujarnya.

Awaludin pun meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan dari video ter­sebut. Pasalnya, saat ini matanya sudah mulai mem­­baik. Selain itu, ia mengakui tidak ada niat untuk menjelekkan petugas di pos penyekatan, teru­tama institusi kepolisian.

“Saya kira, bagi diri saya ini sebagai permo­ho­nan maaf yang saya sam­paikan ke institusi kepoli­sian di mana ada orang yang meviralkan ten­tang video saya yang saya sen­diri tidak tau tujuannya. Saya rela dan ikhlas dan sebaliknya memohon maaf sedalam-dalamnya apa­bila dengan video viral itu me­ngurangi konsentrasi atau menambah tugas ke­poli­sian, khususnya Polresta Padang.,” sam­bungnya.

Kasubag Humas Pol­resta Padang, Ipda Adha Ta­war dalam keterangan tertulisnya mengatakan ke­jadian tersebut meru­pakan kesalahpahaman. Korban bernama Awaludin Rao da­tang dari arah solok menuju Kota Padang dengan meng­gunakan mobil.

“Saat memasuki pos penyekatan PPKM darurat yang berada di Lubuk para­ku Kecamatan Lubuk Kila­ngan Kota Padang, Korban tidak bisa menunjukan su­rat vaksin minimal vaksin pertama, hasil Swab PCR (H-2) hasil Rapid Antigen (H-1). Se­hingga korban disuruh pu­tar balik tidak diperbo­leh­kan masuk oleh petugas yang berjaga,” tulisnya di situs resmi Polri.

Selanjutnya, kata Adha, korban beradu argumen dengan petugas. “Ka­pol­sek Lubuk Kilangan beru­saha untuk menenangkan korban yang memberon­tak. Saat korban dirangkul untuk masuk kembali keda­lam mobil seketika korban langsung mendorong dan memberontak,” tulisnya.

Akibat kejadian itu, me­nurutnya, kepala korban terbentur sudut pintu de­pan dan terluka. Korban berinisiatif untuk mem­videokan aksi tersebut. “Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh Pe­tugas,” ujarnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional