Menu

Usai Pesta Pernikahan, Pengantin Langsung dapat KK dan KTP Baru di Kota Padang

  Dibaca : 152 kali
Usai Pesta Pernikahan, Pengantin Langsung dapat KK dan KTP Baru di Kota Padang
Edi Hasymi Plt Kepala Disdukcapil Kota Padang

SUDIRMAN, METRO–Bagi warga Kota Padang yang tergolong pengantin baru, kini tak perlu repot-repot mengurus Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru dengan status menikah. Pasalnya, selesai menikah, petugas akan langsung memberikan dokumen tersebut kepada sang pengantin.

Program baru ini di­laun­ching Disdukcapil Padang baru-baru ini. Tujuannya untuk semakin memudahkan laya­nan kependudukan. Nama­nya program “Sikado”. Pro­gram ini muncul atas kerja sama antara Disduk­capil Padang dan Kemenag Kota Padang.

Wali Kota Hendri Septa mengungkapkan aprea­siasi­nya atas inovasi “Si­kado” tersebut. Dimana setiap pengantin baru di Kota Padang yang mela­kukan pernikahan akan langsung menerima seba­nyak tujuh dokumen.

Lima dokumen dari Dis­dukcapil Kota Padang be­rupa Kartu Keluarga (KK) pengantin, perubahan KK orang tua kedua pengantin dan perubahan KTP kedua pengantin. Sementara dua­nya lagi yakni Buku Nikah dan Kartu Nikah dari Kan­tor Kemenag Kota Padang.

“Kita tentu bersyukur dan mengapresiasi Disduk­capil yang telah mening­katkan pelayanannya de­ngan mempermudah pe­layanan administrasi ke­pendudukan (adminduk) bagi warga Kota Padang. Dalam hal ini bagi setiap pengantin baru,” kata Hen­dri Septa.

Jadi, dengan program, setiap pengantin baru di Kota Padang sekarang ti­dak perlu mengurus peru­bahan dokumen kependu­du­kannya lagi ke kantor Dis­dukcapil. “Karena mulai hari ini kita yang akan mengantarkannya selain kartu dan buku nikah. Sete­lah ijab qabul pernikahan mereka akan langsung me­ne­rimanya,” ungkap Hen­dri Septa.

Plt Kepala Disdukcapil Kota Padang Edi Hasymi menyampaikan untuk ino­vasi Sikado tersebut pihak­nya hanya bisa mengan­tar­kan langsung dokumen ke­pendudukannya bagi pe­ngan­tin baru yang melang­sungkan pernikahan de­ngan jarak lokasi tidak begitu jauh dari kantor Disdukcapil.

“Hal itu dikarenakan, kita harus mencetak doku­men kependudukan be­rupa KK dan KTP itu pada hari yang sama. Jadi tidak boleh mendahului sebelum pernikahan berlangsung, begitu aturan dalam sistem online Pemko,” terangnya.

Ia melanjutkan, pihak­nya pun hanya bisa me­ngantar dokumen kepen­du­dukan tersebut secara lang­sung bagi pengantin yang menikah pada hari Jumat.

“Sedangkan jika meni­kah­nya pada hari Sabtu atau Minggu tetap datanya sudah ada di KUA dan te­tap kita proses. Cuma pe­ngam­bilannya pada hari jam kerja atau hari Senin paling lambat,” lanjutnya.

Jadi setiap pengantin baru hanya menunggu dan tetap tidak perlu mengurus proses pembuatan do­ku­men kependudukannya ke kantor Disdukcapil. Untuk lebih lanjut bisa kita atur diterimanya di kantor Dis­dukcapil atau di kantor Ke­menag dan KUA.

“Ini perlu kita sepakati nanti tergantung kese­pa­ka­tan dari para pengan­tin,” jelas Edi. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional