Close

Usai Padang Bagoro, kini Banda Bakali jadi Bersih, Warga Diminta Ikut Merawat, Jangan Buang Sampah

SUDAH BERSIH— Setelah digorokan secara bersama melalui program “Padang Bagoro” pada 17 Juli lalu, saat ini kondisi Banda Jati di jalan Perintis Kemerdekaan sudah bersih kembali. Tak ada lagi tumbuhan liar yang menutup bandar tersebut. Rumput liar pun telah lenyap. Termasuk sendimen yang menumpuk di dasar bandar, bersih dan telah diangkat.

JATI, METRO–Banda Jati di jalan Perintis Kemerdekaan kondisi­nya cukup memiriskan beberapa waktu belakangan ini. Kumuh dan bacilapuik. Tak ingin “tali pinggang” Kota Padang itu kotor tak terawat, Pemko Padang membersihkannya.

Melalui program “Padang Bagoro” yang digagas Wali Kota Padang, Banda Jati dibersihkan pada 17 Juli lalu. Hendri Septa beserta jajaran turun langsung ke lokasi bersama warga. Semua saling bahu-membahu bergotong-royong.

Usai dibersihkan, kondisi Banda Jati bersih kembali. Tak ada lagi tumbuhan liar yang menutup bandar tersebut. Rumput liar pun telah lenyap. Termasuk sendimen yang menumpuk di dasar bandar, bersih dan telah diangkat.

Ondeh, alah barasiah Banda Jati kini, rancak dicaliak mato (Wah, sudah bersih Banda Jati, bagus dilihat mata),” kata Rini, seorang warga yang melintas di pinggir Banda Jati tersebut, Selasa (26/7).

Banda Jati termasuk “tali pinggang” Kota Pa­dang. Bandar yang membelah Kota Padang menjadi penyeimbang ketika terjadi hujan lebat. Air deras yang datang dari arah selatan maupun dari arah timur akan dialirkan melalui Banda Jati menuju Banda Bakali (Banjir Kanal).

“Selama ini (Banda Jati) kotor dan apabila hujan kami takut air meluap, kini setelah dibersihkan, rasa was-was kami hilang,” kata Man, warga sekitar Banda Jati.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, letak Banda Jati cukup strategis. Berada di pusat kota. Di sepanjang sisi Banda Jati terdapat sekolah, rumah sakit umum, serta perkantoran. Di sepanjang bandar tersebut juga banyak pemukiman penduduk dan toko.

“Tentunya kita berkeinginan Banda Jati bersih dan nyaman, sehingga ka­mi bersama-sama menggorokannya, Alhamdulillah kini sudah bersih kembali,” ujar Hendri Septa.

Setelah dilaksanakannya program Padang Bergoro, Dinas PUPR terus membersihkan Banda Jati secara keseluruhan. Warga sekitar lokasi diharapkan ikut berperan aktif menjaga kebersihannya. “Mari kita rawat dan jaga Banda Jati. Jangan membuang sampah ke dalam bandar,” imbau Hendri Septa.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadiyanto mengatakan bahwa pihaknya menurunkan personilnya dalam mem­bersihkan Banda Jati. Se­kitar 20 orang diturunkan untuk menyapu bersih sendimen dan tanaman liar yang menutup bandar ter­sebut.

“Kita membersihkan secara manual. Selain untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota, sebentar lagi kita akan meng­gelar Rakernas Apeksi, tentu kita tidak ingin kota kita terlihat kotor oleh para tamu yang datang nanti,” ujar Tri Hadiyanto.

Banda Jati sepanjang lebih kurang 2 kilometer terus dibersihkan. Puluhan pekerja turun langsung membersihkan sendimen dan sampah. Diprediksi seluruh sampah dan sendimen sudah terangkat semua paling lambat akhir bulan Juli ini.

Tri Hadiyanto mengatakan, pihaknya tidak mem­bersihkan sendimen dengan menggunakan alat berat. Sebab berisiko besar. Karena sisi penahan bandar usianya sudah cukup tua. Bahkan ada yang rapuh dan berlubang. “Kalau kita paksakan dengan alat berat, penahan bandar akan roboh, karena itu kita kerjakan secara manual,” ungkap Tri. (rel/tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top