Menu

Usai Musda April 2021, SK Golkar Bukittinggi masih Tersandung

  Dibaca : 123 kali
Usai Musda April 2021, SK Golkar Bukittinggi masih Tersandung
KELUARKAN SK— Pengurus sekaligus kader Partai Golkar Kota Bukittinggi mendesak DPD Golkar Sumbar mengeluarkan SK hasil Musda April 2021 lalu.

BUKITTINGGI, METRO–Pasca Musda April 2021 lalu, hingga saat ini SK penetapan pengurus DPD II Golkar Bukittinggi masih terkendala. Sebab, hingga sekarang  DPD I Golkar Sumbar masih belum me­nurunkan SK-nya. Untuk itu, pengurus dan kader Golkar Bukittinggi men­desak SK tersebut segera dikeluarkan DPD Golkar Sumbar.

Ketua terpilih hasil Mus­da Golkar pada bulan April 2021 lalu, Kamasril Katik Nan Kayo menjelas­kan, hingga saat ini SK ha­sil musda belum juga dike­luarkan pengurus Gol­kar Sumbar. Tidak ada alasan yang jelas dari provinsi mengenai SK ini.

Sejak April lalu, Musda sudah dilaksanakan. Ada apa sebenarnya. Ada in­for­masi kalau Musda April lalu tidak sah, karena pe­ngurus provinsi tidak hadir. “Ini kan aneh. Kami ingin luruskan, Musda Golkar Bukittinggi ini sah, karena dihadiri pengu­rus provinsi. Bahkan, pe­ngu­rus provinsi hadir sam­pai pleno keem­pat. Di ma­na letak tidak sahnya. Ja­ngan ciderai kami dengan pembo­ho­ngan- pem­bo­ho­ngan. Be­rilah kami ilmu politik yang sehat,” ujar Kamasril, Se­nin (21/6)

Sementara itu, Kasmi­ruddin, Pimpinan Golkar Ke­camatan Guguak Pan­jang, menambahkan, tiga pimpi­nan kecamatan be­r­sama kelurahan di Bukit­tinggi ini sepakat untuk meminta ke­pa­da pengurus Golkar Sum­bar agar se­gera mener­bit­kan SK ke­pengu­rusan DPD II Golkar Bukittinggi.

“Kalau SK sudah dike­luarkan, tentu program program partai Golkar ini bisa dijalankan. Kalau tidak ada SK bagaimana program bisa dilaksanakan. Musda kan sudah jelas bahwa kami mendukung Kamasril Katik Nan Kayo sebagai Ketua DPD II Gol­kar Bukittinggi, yang meru­pakan kader murni partai,” tegas Kasmiruddin di kan­tor DPD II Golkar Bukit­tinggi saat ikut melaksa­nakan rapat konsolidasi.

Dalam rapat itu, pe­ngurus dan kader partai Golkar Bukittinggi juga menegaskan bahwa partai hanya menerima ketua yang berasal dari kader murni, sesuai dengan AD-ART partai Golkar. “Kami tidak menerima ada calon pimpinan partai yang tidak berasal dari kader,” ujar Kasmiruddin. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional