Menu

Usai Kasus Pungli Jalinsum Sijunjung, ”Jangan Generalisasikan Masyarakat Nagari”

  Dibaca : 163 kali
Usai Kasus Pungli Jalinsum Sijunjung, ”Jangan Generalisasikan Masyarakat Nagari”
LIBATKAN PETUGAS--Pos penyekatan buka tutup pada titik perbaikan jalan di Jalinsum, Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang melibatkan petugas pengamanan.

SIJUNJUNG, METRO–Pasca beredarnya info kejadian aksi pemalakan dan pungli di Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung beberapa waktu terakhir di media sosial menuai perhatian banyak pihak. Hingga akhirnya personel gabungan Polres Sijunjung pun diturunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penertiban.

Terkait hal itu, tokoh masyarakat dan pemerintah nagari setempat juga telah melakukan mu­sya­warah untuk mencari solusi agar perbuatan yang sama tidak lagi terulang. Di mana perbuatan tersebut dilakukan oknum, oleh karena itu jangan digene­ralisasikan itu perbuatan masyarakat nagari.

Kapolres Sijunjung A­K­BP Andry Kurniawan me­lalui Kasubag Humas AKP Nasrul Nurdin me­ngatakan, jajaran Polres Sijunjung sempat melakukan penertiban sebagai tindak lanjut dari beredarnya aksi pemalakan dan pungli di Nagari Tanjung Lolo. Dengan mengerahkan sejumlah personel ke lokasi, polisi sempat me­ngamankan enam orang yang diduga melakukan pungli di Jalinsum, hingga akhirnya kembali dilepaskan setelah diberi pembinaan.

“Setelah dilakukan pem­binaan kemudian kem­bali dilepaskan, karena bukan mereka pelaku pemalakan yang viral di kemarin. Meski demikian kita telah bermusyawarah bersama pemerintah nagari dan tokoh ma­sya­rakat agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan. Selain itu kita juga menempatkan personel disana untuk pengamanan,” tutur Nasrul.

Selain itu pihaknya juga mengimbau agar pengguna jalan tertib saat mengantri di pos penye­katan buka tutup di Jalinsum. “Kepada pengguna jalan agar selalu tertib, jangan menyerobot antrian dan bersikap arogansi, karena bisa saja persoa­lan tersebut menjadi pe­micu persoalan di jalan,” ungkap Nasrul.

Sementara itu salah seorang tokoh pemuda Nagari Tanjung Lolo, Ryan Saldi Fera, SI Kom me­nyampaikan, permohonan maaf atas kejadian yang sudah menghebohkan ter­sebut.

Pihaknya mengatakan, bahwa pemerintah nagari bersama tokoh masya­rakat setempat sudah duduk bersama untuk me­ngatasi persoalan yang terjadi. “Kami selaku pemuda nagari menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas kejadian beberapa waktu terakhir di nagari kami. Hasil musyawarah merumuskan sejumlah poin yang mana intinya agar kejadian yang sama tidak terulang kembali,” tutur Ryan, Selasa (10/8).

Selaku pemuda Nagari Tanjung Lolo pihaknya juga mengecam adanya tindakan yang melanggar hukum serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan di Jalinsum yang dilakukan oleh oknum dan sempat meresahkan. “Ka­mi juga tidak membenarkan adanya perbuatan yang meresahkan pengguna jalan yang dilakukan oleh oknum yang menjaga di pos penyekatan perbaikan jalan, maka dari itu hasil musyawarah kema­rin sudah membuat aturan untuk itu,” terang warga Jorong Bukik Sabalah itu.

Di sisi lain, ia juga me­ngimbau agar kejadian yang muncul tidak menggenaralisasikan  kepada seluruh warga Nagari Tanjung Lolo, karena yang berbuat itu adalah oknum. “Kami juga sangat menyayangkan munculnya hujatan dan pandangan miring di media sosial terhadap nagari kami. Meski itu terjadi di Tanjung Lolo namun, yang berbuat a­dalah oknum, tidak semua warga yang melakukan,” jelas Ryan.

Disampaikan, pemicu persoalan yang terjadi juga disebabkan oleh ada­nya kendaraan yang tidak taat antrian dan menyerobot jalan sehingga me­micu terjadinya kemace­tan. “Persoalan itu juga dipicu adanya kendaraan yang menyerobot antrian dan menjadi penyebab kemacetan. Di samping itu sikap yang kurang baik dan arogansi dari pengguna jalan juga sering dirasakan oleh warga yang menjaga pos penyekatan, sehingga hal itu juga menjadi pe­micu persoalan di lapangan,” papar Ryan.

Hasil musyawarah yang digelar pada Selasa (10/8) di antaranya me­nyatakan, pihak pemerintahan Nagari Tanjung Lolo tidak pernah melindungi bagi oknum yang benar-benar melakukan tindakan yang melawan hukum yang terjadi pada lokasi perbaikan jalan lintas Su­matera yang ada di Nagari Tanjung Lolo.

“Mengimbau agar ja­ngan melakukan tindakan yang melawan hukum, perbanyak sabar, jangan main hakim sendiri. Jika nanti kedepatan ninik mamak siap di barisan terdepan untuk menyerahkan oknum yang bersang­kutan kepada pihak yang berwenang. Dan jika tindakan yang tidak sesuai jalur, salahkan oknumnya jangan nagarinya,” tambah Ryan. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional