Menu

Usai Divaksin, Payudara Mahasiswi Sakit dan Bengkak di Kota Pariaman

  Dibaca : 164 kali
Usai Divaksin, Payudara Mahasiswi Sakit dan Bengkak di Kota Pariaman
TERBARING LEMAH— Adinda Puspa Sari (17) terbaring lemah di rumahnya karena mengalami sakit dan pembengkakan pada payudara sebelah kanan usai menjalani vaksinasi.

PARIAMAN, METRO–Seorang mahasiswi Adinda Puspa Sari (17) warga Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, mengalami pembengkakan pada payudara sebelah kanan setelah melakukan vaksinasi pada Sabtu (21/8) di Pustu Desa Talago Sarik.

Marleni yang merupakan ibu dari Adinda menyampaikan, anaknya mengikuti vaksinasi karena salah satu persyaratan kuliah tatap muka di salah satu perguruan tinggi, harus melakukan vaksinasi. Jadi atas dasar itu Adinda mengikuti vaksin.

“Adinda sejak kecil tidak pernah sakit atau dirawat di rumah sakit. Kita sangat kaget setelah anak kelimanya itu kesakitan dan bengkak bagian payudaranya sebelah kanan setelah disuntik vaksin Covid-19,” kata Marleni.

Marleni mengatakan, pada saat itu juga pihaknya mencoba menghubungi nomor kontak petugas yang tertera pada surat keterangan tanda sudah divaksin. Namun ketika itu tidak menjawab.

“Karena tidak mengangkat telpon, saya mencoba untuk mengirim pesan kepada nomor tersebut. Alhamdulillah tidak lama setelah itu petugas menghubungi dan memberi saran agar dikompres dan minum obat parasetamol,” jelasnya.

Karena belum puas dengan tindakan tersebut, pihaknya pergi berobat ke bidan desa setempat. Disamping memberikan obet, bidan desa juga menyarankan agar dibawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa oleh dokter.

 ”Saya sudah mengunjungi Puskesmas untuk minta rujukan ke Rumah Sakit Sadiqin. Adinda ditangani oleh pihak rumah sakit dengan memberikan obat. Setelah itu pihak rumah sakit menganjurkan agar meminum obat dulu sambil menunggu keterangan dari dokter,” ungkapnya.

Pemko Pariaman Tanggung Biaya Pengobatan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pantauan terhadap Adinda. Dari pantauan tersebut sakit yang dideritanya sudah mulai berkurang.

“Kondisi remaja itu sekarang sudah mulai membaik, namun kita belum bisa mengetahui penyebab pasti mengapa bisa terjadi dan saat ini masih menunggu keterangan dokter. Sementara itu, untuk biaya pengobatannya ditanggung oleh Pemko Pariama,” ungkap Nazifah.

Menurut Nazifah, pihaknya juga mendapatkan informasi ada satu warga lainnya yang mengalami gejala yang sama, namun masih dilakukan penelusuran.

“Semenjak vaksinasi Covid-19 diselenggarakan di Kota Pariaman, kita belum menemukan KIPI berat atau biasanya hanya sekadar pegal-pegal dan demam ringin,” pungkasnya. (ozi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional