Menu

Usai Disegel, 53 Pedagang Pasar Aur Bayar Tunggakan Retribusi

  Dibaca : 247 kali
Usai Disegel, 53 Pedagang Pasar Aur Bayar Tunggakan Retribusi
BAYAR RETRIBUSI— Salah satu pedagang Pasar Aur Kuning yang tokonya disegel, melunasi pembayaran retribusi yang menunggak. (ulfa musriadi/posmetro)

BUKITTINGGI, METRO – Pascapenyegelan toko, satu per satu pedagang Pasar Aur yang menunggak pembayaran retribusi, mulai membayar tunggakannya. Hingga Rabu (27/11) pukul 12.00 WIB, sebanyak 53 pedagang terdata telah membayar tunggakan dan telah kembali membuka tokonya yang disegel.

Syukra, Penanggung Jawab Pasar Aur Bukittinggi, menjelaskan, sejak dilakukannya penyegelan, sejumlah pedagang mulai membayarkan tunggakannya. Ada yang lunas dan ada yang mengangsur tunggakannya itu dengan menandatangani surat pernyataan, untuk dapat dilunasi maksimal pada tanggal 31 Desember 2019.

“Alhamdulillah, sebagian besar pedagang yang tokonya disegel sudah membayar tunggakan retribusi sehingga bisa kembali berjualan di tokonya masing-masing. Bagi yang tidak mampu melunasi ada keringanan hingga Desember nanti untuk dilunasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan. M Idris menyampaikan terima kasih kepada pedagang yang telah mulai membayarkan tunggakannya. Hal ini patut diapresiasi agar proses jual beli oleh pedagang Pasar Aur dapat berjalan baik dan lancar.

“Terima kasih kepada pedagang yang telah membayarkan tunggakannya. Kami juga tentunya tidak kaku dalam kebijakan. Kami terima bagi pedagang yang ingin mengangsur tunggakannya. Kami sangat paham kondisi pedagang, namun aturan tentu harus ditegakkan. Bagi yang belum bisa melunasi, silahkan diangsur, namun buat pernyataan di atas materai, untuk dapat melunasi tunggakan, maksimal pada 31 Desember 2019 mendatang,” jelasnya.

Bagi pedagang yang telah melunasi ataupun mengangsur tunggakannya, pihak Unit Pasar Aur, langsung memberikan kunci gembok. Proses membuka segel pun dilakukan oleh satuan pengamanan Pasar Aur disaksikan pemilik atau karyawan toko.

Salah seorang karyawan toko yang sempat disegel dan telah membayar tunggakan, Pini mengaku, pemilik usaha belum membayar tunggakan sejak awal Januari 2019.

“Setelah disegel, kami sampaikan kepada pemilik usaha ini dan kami diperintahkan untuk mengangsur tunggakannya dan menandatangani pernyataan untuk dapat melunasi pembayaran hingga 31 Desember 2019,” ungkapnya.

Dari data Unit Pasar Aur, dua hari lalu, sebanyak 1650 pedagang di Pasar Aur, 66 diantaranya menunggak retribusi Pasar Aur dan dilakukan penyegelan. Dari 66 itu, sudah ada 53 pedagang yang membayar tunggakannya itu dan mulai berjualan pada hari ini. (u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional