Menu

Usai Diculik, Dokter Spesialis Dipukul Dalam Mobil

  Dibaca : 621 kali
Usai Diculik,  Dokter Spesialis  Dipukul Dalam Mobil
BANTUAN DANA CSR— Wakil Bupati Dharmasraya, Dasril Panin Dt Labuan saat menerima bantuan dana CSR PT PLN secara simbolis yang diserahkan oleh Manager PLN UP3 Solok, Taswin.
ilustrasi-penculikan

Ilustrasi

PADANG, METRO–Terdakwa yang melakukan penganiayaan terhadap dokter spesialis anak pada Oktober 2015 lalu, menjadi saksi atas rekannya yang menerima uang hasil pemerasan terhadap sang dokter di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Padang, Rabu (17/2). Dalam kesaksiannya, Indra Jaya dan Ari mengakui melakukan pemukulan terhadap korban.

Sedangkan, kedua orang tersebut bersama seorang rekannya yang hingga saat ini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) melakukan penganiayaan dengan cara memukul korban di dalam mobil saksi. Sementara terdakwa yang dituntut Pasal 340 KUHP hanya memasilitasi agar saksi bisa mentransfer uang dari rekening korban ke rekening terdakwa.

”Ya buk, dia hanya menerima uang yang kami ambil dari rekening korban,” ujar saksi Indra Jaya kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Dina Hayati Sofian.

Dalam persidangan, saksi mengaku mendapatkan bagian dari hasil yang diperolehnya sebanyak Rp1,5 juta dan terdakwa juga dibagikan dengan jumlah yang sama. ”Kami bertiga dibagi Rp1,5 juta per orang buk, dan lebihnya diambil oleh DPO,” sambungnya.

Dalam kesaksian tersebut, kedua saksi yang juga menjadi terdakwa di kasus yang sama itu, membeberkan seluruh hal yang berkaitan dengan tindakan mereka yang melanggar hukum tersebut. ”Saya mengakui kalau kami memang melakukan pemukulan terhadap korban dan kami mengambil uang dari korban buk,” ujar saksi lainnya, Ari.

Sementara terdakwa mengaku baru mengetahui bahwa sedang ada seseorang yang diperas oleh saksi saat berada di Padangpanjang setelah mengambil uang Rp10 juta. ”Saya tahu kalau di dalam mobil itu ada orang saat saya disuruh mengambil uang sebanyak Rp10 juta di Padangpanjang buk,” ujar terdakwa, Mujar.

Setelah mengambil uang di Padangpanjang, terdakwa dan 3 rekan lainnya, langsung menuju Pekanbaru dan terdakwa diturunkan oleh tiga orang temannya itu di daerah Panam dan terdakwa tidak lagi mengetahui bagaimana dengan korban. ”Sampai di daerah Panam, saya turun dan langsung menuju Bukittinggi untuk menemui istri saya yang saya suruh untuk mengambil uang sebanyak Rp10 juta melalui buku tabungan,” lanjut terdakwa.

Setelah ia mengambil uang dari istrinya, terdakwa langsung menemui rekannya yang saat ini DPO dan memberikan uang tersebut kepada DPO. Terdakwa yang baru kenal sekitar 2 bulan sebelum kejadian langsung menuruti perintah DPO saat meminta untuk mengirimkan nomor rekening terdakwa.

”Saya baru saja kenal dengan DPO yang melakukan perampokan terhadap dokter itu pak dan saya langsung dijemput oleh DPO ke daerah Dharmasraya buk,” lanjutnya. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada pekan depan Selasa, 24 Februari dengan agenda persidangan tuntutan.

Peristiwa tragis dialami korban yakni, dokter spesialis anak Dr Yorva Sayuti. Tak hanya diculik, Dr Yorva juga dirampok. Uangnya Rp30 juta beserta tabungannya dikuras. Usai dirampok, Dr Yorva Sayuti dibuang di tong sampah yang ada di Dusun II Jalan Baru, Desa Petapahan Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (23/10) pagi.

Aksi kejahatan yang menimpa dokter Yorva sontak membuat heboh berbagai kalangan. Para dokter hiruk, keluarga pasien yang pernah ditangani Dokter Yorfa juga bersimpati. Pengguna media sosial juga tak kalah kalangkabut, dengan memposting informasi-informasi terkait Dokter Yorva.

Ketika ditemukan oleh warga Dusun II Jalan Baru, Dokter Yorva kelihatan linglung. Wajah dokter berusia 73 tahun itu kelelahan. Pelipisnya juga luka. Dokter yang terkenal dengan keramahannya itu langsung dirujuk ke RSUD Bangkinang untuk mendapat perawatan intensif. Meski demikian, dokter Yorva masih bisa berbicara dan menceritakan kronologis perampokan yang dialaminya. “Pelaku kenal dengan anak saya. Wajahnya juga familiar, dan masih saya ingat,” ungkap dokter yang di usia tuanya masih mengabdi di dunia kesehatan itu.

Kasus penculikan dokter spesialis ini berawal, Kamis (22/10) siang. Persisnya, sewaktu dokter Yorva baru saja menunaikan shalat. Keluar masjid, Yorva bertemu dengan pelaku yang menggunakan minibus hitam. Salah satu pelaku lalu menyapanya dan bertanya kabar anaknya. ”Pak Endri dimana sekarang pak. Berapa nomor handphone-nya,” ungkap pelaku kepada dokter Yorva.

Tanpa rasa curiga, dokter Yorva lalu menyebutkan kalau anaknya di Jakarta. Lalu, pelaku bertanya, berapa nomor handphone anaknya itu. “Berapa nomor handphone,” ucap pelaku kepada korban.

”Lalu saya mengeluarkan handphone mau mencari nomor anak saya untuk dikasih kepada pelaku. Saya kenal dengan wajah pelaku. Dia juga kenal anak saya,” ungkap korban. Salah seorang pelaku, lalu meminta agar sang dokter naik ke atas mobil karena di luar panas. Lalu, dia naik. ”Salah seeorang pelaku menyuruh saya geser ke tengah karena AC hidup. Dari sana saya mulai curiga dan berusaha melompat. Tapi terlambat, saya disekap. Kaki diikat, tangan diikat, kepala diikat, pinggang juga. Kepala saya dipukul,” kata sang dokter.

Setelah itu, dokter Yorva mengaku tak ingat lagi. Setahunya, dia dibawa jauh-jauh. Kemudian, dia dibuang dan ditemukan oleh warga. (h)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional