Menu

Usaha Ekonomi Kreatif Berbasis Kerajinan Minim Perhatian Pemerintah, UKM Stagnasi

  Dibaca : 533 kali
Usaha Ekonomi Kreatif Berbasis Kerajinan Minim Perhatian Pemerintah, UKM Stagnasi
Ilustrasi

SOLOK, METRO
Pada dasarnya, usaha ekonomi kreatif berbasis kerajinan sudah berkembang di Kota Solok. Namun, kurangnya perhatian dari pemerintah membuat Usaha Kecil Menengah (UKM) bidang ekonomi kreatif terlihat cenderung berjalan di tempat.  Tidak ada jaminan pemasaran, serta kurang luasnya pengetahuan masyarakat akan usaha kerajinan, imbasnya perkembangan usaha terhambat.

Wali Kota Solok, Zul Elfian menilai, industri kerajinan sebenarnya sangat penting dan potensial dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Apalagi, sektor perdagangan menjadi salah satu sumber ekonomi utama masyarakat Kota Solok selain pertanian.

Namun, industri kerajinan bukanlah sesuatu yang hanya mengandalkan kemampuan berdagang semata, berbagai hal kompleks ada di dalamnya. ”Skill, kreatifitas, peluang dan manajerial harus sinergi untuk menciptakan sebuah produk kerajinan, seperti apa yang akan di buat, bagaimana menciptakan daya tarik, apa tujuannya. Setelah itu, baru tentang pemasaran, bagaimana kondisi pasar, bagaimana packaging, siapa target pasar, segmentasi pasar, dan tujuan pemasaran,” ujar Zul Elfian.

Pemerintah Kota (Pemko) Solok tentu harus mengambil peran sebagai pembina industri kerajinan jika ingin memberdayakan masyarakat yang sudah mulai mengembangkan usaha ini.  Sebab Solok bukanlah kota yang di kenal dengan produk-produk kerajinan, atau bukan daerah yang kental dengan hasil kerajinan, apalagi pemasaran yang dilakukan sebelum-sebelumnya hanya bersifat rumahan (dari rumah ke rumah).

Tapi, potensi tersebut dimiliki beberapa masyarakat, sehingga  perlu sedikit sentuhan pemerintah untuk memancing kerja dan kinerja industri kerajinan yang belum terlalu tersohor agar terus berkembang, dan mandiri, tentu untuk program-program monoton harus di ubah menjadi lebih kreatif, inovatif dan efektif untuk kemajuan pengrajin di Kota Solok.

Namun, asa dan harapan muncul dalam tiga tahun terakhir, Pemko Solok melalui program-program pemberdayaan, mulai melirik pengusaha kerajinan, hasilnya beberapa UKM yang bergerak di bidang batik, tenun dan sulaman mulai mencuat namanya.

Bahkan diantaranya sudah ada menjangkau pasar dan segmen yang cukup luas, strategi diferensiasi atau menambahkan nilai plus pada produk menjadi kunci dari perkembangan usaha kreatif di Kota Solok, sesuatu hal yang pernah dilupakan pada tahun-tahun sebelumnya. Meski siklus hidup usaha kreatif di Kota Solok masih dalam tahap pengenalan produk, tapi ada harapan untuk maju dan berkembang.

Walaupun demikian, kendala-kendala yang muncul tidak dapat dihindarkan, kendalanya utamanya yakni persaingan yang sangat ketat, apalagi dengan hadirnya batik printing dengan harga yang relatif murah. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional