Menu

Urus Dokumen Kependudukan, Masyarakat Masih Bingung Layanan Online

  Dibaca : 201 kali
Urus Dokumen Kependudukan, Masyarakat Masih Bingung Layanan Online
Urus Dokumen Kependudukan, Masyarakat Masih Bingung Layanan Online

SUDIRMAN, METRO
Meskipun pelayanan di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang dilakukan secara online, namun sebagian masyarakat belum mengetahui hal tersebut. Tak hanya itu, masyarakat yang ingin mengurus dokumen kependudukan, tampak belum paham dengan sistem tata cara layanan online.

Seperti halnya dikatakan warga Lubuk Buaya, Kecamatan Kototangah, yakninya Erman (57) yang mengurus KTP. Ia mengaku dirinya tidak paham dengan sistem online di Disdukcapil Kota Padang.

“Saya tidak punya handphone android, bagaimana caranya saya mau online, karena handphone tersebut harganya mahal, buat makan sehari-hari saja sulit,” katanya Selasa (22/9).

Keluhan senada juga dirasakan Rahmat ( 37), yang juga warga Lubuk Buaya. Ia mengaku, tidak paham dengan sistem online dan tidak tahu bahwa kantor Disdukcapil Padang masih ditutup.

“Saya mau mengurus akte kelahiran anak, menurut petugas di Disdukcapil Kota Padang, harus dengan sistem online, tapi saya tidak mengerti caranya,” ujar karyawan swasta itu.

Selain itu, Cece (59) yang merupakan warga pondok, Kecamatan Padang Barat, ia mengaku kalau dirinya hendak mengurus KTP, tapi harus menggunakan sidik jari. “Saya disuruh untuk sidik jari, tapi semua pelayanan online, bagaimana ini, bingung jadinya,” terangnya.

Dari informasi yang dihimpun di kantor Disdukcapil Padang, terlihat beberapa orang tampak bingung dan para terlihat satu petugas yang mengarahkan warga. Selain itu, terdengar di bagian informasi bahwa Disdukcapil Kota Padang belum melayani berkas kependudukan secara tatap muka. Disdukcapil hanya melayani secara online.

Sementara ditempat terpisah, Kepala Disdukcapil Kota Padang, Muji Susilawati menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi di 104 kelurahan dan kecamatan serta terkait semua proses adminduk.

“Kami telah memberikan penjelasan kepada perwakilan RW dan RT di masing-masing kelurahan, dan juga memberikan nomor Hotline. Bagi masyarakat yang tidak bisa online, akan dipandu melalui no telepon hotline,” jelasnya.

Muji Susilawati menuturkan, setiap hari layanan online masuk dari masyarakat sebanyak 500 lebih pemohon. Artinya masyarakat sudah biasa dengan online. Pasalnya, saat sekarang semua sudah pakai online, belanja online , kendaraan online dan lain-lain.

“Bagi masyarakat yang tidak bisa online kita pandu dengan nomor hotline kita yaitu nomor 089513654917. Nomor ini sudah ada di spanduk 104 kelurahan dan di kantor kami,” bebernya.

Tidak hanya itu, Muji menjelaskan, untuk dokumen kependudukan dengan format digital, dan sudah ditandatangani secara elektronik dan e-KTP tidak memerlukan pelayanan legalisir. “Hal tersebut sudah tertera pada peraturan Menteri Dalam Negeri (permendagri) No 104 tahun 2019,” tandasnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional