Menu

UPTD Pukeswasn Rutin Periksa Ternak Warga di Sawah­lunto

  Dibaca : 168 kali
UPTD Pukeswasn Rutin Periksa Ternak Warga di Sawah­lunto
PERIKSA PENYAKIT—Kepala UPTD Pukeswan drh Feri melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak sapi terkait gingivitis yang diderita sapi di kandang sapi warga.

SAWAHLUNTO, METRO–Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pukeswan Koya Sawah­lunto selalu rutin melasanakan perawatan terhadap ternak sapi dan ternak milik warga Kota Sa­wah­lunto. Hal tersebut dalam upaya mewujudkan ternak ma­syarakat sehat, sehingga bisa meningkatkan perekonomian ma­syarakat.

Kepala UPTD drh Feri me­ngung­kapkan bahwa untuk pe­nyakit yang jenisnya langsung menghilangkan nyawa pada he­wan ternak tidak ada. “ Dulu ada namanya penyakit Jembrana pa­da sapi, tapi setelah 5 (lima) tahun terakhir kami aktif melakukan vaksinasi sehingga penyakit ter­sebut bila mengenai sapi tidak dalam resiko yang berbahaya,” ujar drh Feri , Senin (26/7).

drh Feri menegaskan, untuk ternak di Kota Sawahlunto tidak ada penyakit ternak yang ter­jangkit bahaya, sebab dengan rutin pemeliharaan dan perawatan dari peternak sendiri dan selalu berkoordinasi dengan UPTD Pu­keswan.

Namun bila ada laporan dari warga mengenai ada yang meng­jangkiti hewan ternak seperti penyakit Gingivitis. “Tadi pagi ada warga yang menghubungi kami dan mengatakan hewan ter­nak­nya terjangkit Gingivitis, kami langsung terjun ke lapangan,” kata drh Feri.

Menurutnya gingivitis adalah penyakit yang paling sering men­jadi penyebab gusi iritasi me­radang dan bengkak. Salah satu masalah yang paling sering dike­luhkan adalah gusi bengkak, pe­nyebab gusi bengkak yang paling umum

Infeksi yang terjadi pada gusi bisa membuat area tersebut jadi membengkak, selain itu bisa juga pada saat ganti gigi. Penanganan gusi bengkak bisa dilihat dari kasus ini, jika ringan cukup dengan penanganan yang ringgan seperti pemberian obat dan jika berat bisa sampai operasi sekitar gusi. “Jika tidak ditolong maka resiko pada ternak akan sangat buruk, makan yang berkurang dan akan sangat menggangu ke pertum­buhan dan kenaikan berat badan kerbau dan bisa menyebabkan kematian,” ujar drh Feri.

Dia menghimbau kepada para peternak, khusus pada sapi betina peternak harus rajin memper­hatikan masa birahinya yaitu 2 kali sehari masa yang pas untuk dika­winkan sampai sapinya bunting. Dalam pemberian vitamin-vitamin harus rutin dan juga diperhatikan tentang kutu atau japlak karena penyakit kutu ini meski sepele tapi bisa mengurangi produksi susu atau mempengaruhi kondisi sapi, sebab kutu menghisap darah. Artinya kebersihan sapi dipe­r­hatikan betul. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional