Menu

Untuk Pasien Covid-19, Dua Rumah Sakit Tambah 100 Tempat Tidur di Kota Bukittinggi

  Dibaca : 153 kali
Untuk Pasien Covid-19, Dua Rumah Sakit Tambah 100 Tempat Tidur di Kota Bukittinggi
KUNJUNGI RUMAH SAKIT— Wagub Audy Joinaldy mengunjungi RS Achmad Mochtar dan RSUD Kota Bukittinggi, Rabu (21/ 7).

BUKITTINGGI, METRO–Dua Rumah Sakit (RS) di Kota Bukittinggi masing-masing Rumah Sakit Ach­mad Mochtar (RSAM) dan Rumah Sakit Umum Dae­rah (RSUD) menambah kapasitas tempat tidur un­tuk pasien Covid-19 de­ngan total penambahan 100 unit.

“RSAM Bukittinggi me­nambah 55 tempat tidur. Sementara RSUD Bukit­tinggi menambah 40-50 tempat tidur untuk pasien Covid-19,” kata Wakil Gu­bernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy saat me­ngunjungi dua RS tersebut, Rabu (21/7).

Audy mengatakan, pe­nambahan tempat tidur itu untuk menarik persentase keterisian tempat tidur di RS (BOR) di Kota Bukit­tinggi, agar tidak terlalu tinggi. Tetapi dengan di­tambahkannya tempat ti­dur untuk pasien tersebut, maka terjadi kekurangan tenaga kesehatan pada RSAM dan RSUD Kota Bu­kittinggi.

Solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah me­narik tenaga kesehatan dari beberapa RS di daerah yang angka penyebaran Covid-19 nya tidak terlalu tinggi. Seperti dari Kabu­paten Sijunjung atau Solok Selatan. “Kita akan segera koordinasikan hal ini de­ngan bupati dan RS di da­erah tersebut. Mudah-mu­dahan bisa terealisasi da­lam waktu dekat,” ujar Audy.

Bagi tenaga kesehatan yang diperbantukan di RS di Kota Bukittinggi tersebut akan diberikan fasilitas untuk penginapan, agar bisa be­kerja maksimal tan­pa me­mikirkan hal-hal yang lain.

Penambahan alokasi tempat tidur untuk pasien Covid-19 dengan sistem konversi di daerah dengan penyebaran tinggi, menjadi salah satu rekomendasi dari Menteri Kesehatan RI untuk menurunkan angka BOR.

Di Kota Padang Pan­jang sudah mulai melaku­kan konversi tempat tidur RS untuk keperluan pasien Covid-19 tersebut. Se­hing­ga BOR-nya sudah turun dan masuk ke zona aman.

Meski demikian Audy mengatakan, pencegahan di hulu dengan penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang ketat adalah hal yang penting dan tidak boleh dilupakan.

“Kita harus tetap di­siplin menjalankan proto­kol kesehatan. Pakai mas­ker, cuci tangan, jaga jarak, jangan ada kerumunan dulu. Karena varian delta terindikasi sudah masuk Sumbar dan varian ini memang sangat ber­ba­haya,” pungkasnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional