Menu

Untuk Nusa Kubangun Desa

  Dibaca : 91 kali
Untuk Nusa Kubangun Desa
Febby Datuak Bangso
Dalam Nawacita pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang diproyeksikan untuk menjadi penghasil devisa utama kita kedepan.
Industri pariwisata adalah jenis usaha yang paling mudah dan murah untuk dikembangkan untuk meraup lebih banyak devisa karena memiliki multiplier effect yang besar, berlapis dan melibatkan banyak tenaga kerja.
Keunggulan geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, memiliki banyak gunung, sungai, danau dan pantai serta kekayaan biota laut yang masih banyak belum tergali untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Apalagi dengan posisi kita di garis khatulistiwa membuat negara kita tidak mempunyai musim panas dan dingin sebagaimana di belahan utara dan selatan bumi, membuat Indonesia bisa dan nyaman dikunjungi kapan saja.
Demikian juga dengan keunggulan demografis kita, Indonesia memiliki berbagai suku bangsa dari barat ke timur, membuat budaya Indonesia begitu kaya, banyak ragam dan mempunyai kekuatan kultural masing-masing yang bisa “dijual” sebagai atraksi pariwisata.
Pemerintah kali ini benar-benar melihat hal diatas sebagai potensi. Aksesibilitas, atraksi dan amenitas kepariwisataan dibangun masif. Bandara-bandara baru dibangun, direvitalisasi, diperbesar kapasitasnya, baik runway maupun terminalnya. Demikian juga pelabuhan-pelabuhan laut. Jalan dan jembatan dibangun melintasi negri, memperbaiki kualitas sarana dan sarana transportasi sehingga ujungnya nanti bisa mempercepat akses dan memperbaiki kualitas layanan moda transportasi masal yang diusahakan semakin terintegrasi satu sama lain. Intinya setiap sudut dan pelosok negri bisa terkoneksi secara lebih baik.
Demikian urutannya secara berjenjang dari urusan negara, pemerintah daerah sampai yang terendah di tingkat desa.
Nah, jika pada fase pertama dulu sektor utama yang dikembangkan adalah masalah infrastrukturnya. Kali ini arah pengembangannya adalah sektor pariwisata pedesaan atau yang lebih dikenal dengan program Desa Wisata.
Untuk level desa, jika dulu dana desa banyak dipergunakan untuk pengembangan infrastruktur semisal peningkatan kualitas dan pembangunan jalan dan jembatan. Maka kali ini diharapkan bagaimana pemerintah desa bisa menggarap sektor pariwisata.
Mengembangkan kelompok-kelompok sadar wisata, melatih kelompok-kelompok masyarakat untuk memahami strategi pengembangan pariwisata, membuat dan membangun objek wisata serta mengembangkan unit-unit usaha di bidang pariwisata.
Badan-badan usaha milik desa kedepan akan diarahkan untuk memback-up usaha-usaha diatas agar dana desa dapat dipergunakan sebagai investasi yang nanti keuntungannya dapat dipergunakan secara maksimal oleh masyarakat desa.
Secara spesifik desa-desa ini dapat bergabung dalam sebuah asosiasi yng bernama Forum Desa Wisata (FORDEWI). Lembaga ini sengaja dibentuk untuk saling sharing, berbagi ilmu dan pengalaman dan saling berkoordinasi dalam hal pengembangan desa wisata.
Forum ini sendiri dipimpin langsung oleh Staff Khusus Mentri Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal H. febby Datuk Bangso yang telah malang-melintang di industri pariwisata semenjak dekade 90-an lalu.
“Pemerintahan dan aparat desa diharapkan bisa mengidentifikasi keunggulan daerahnya yang sesuai untuk dikembangkan sektor pariwisatanya, agar nanti dana desa bisa dikembangkan dan diputar untuk kemajuan masyarakat. Jika selama ini kebanyakan dana desa digunakan untuk pembangunan infrastruktur maka kedepan yang digali adalah kreatifitas untuk pengembangan industri pariwisata.”
Demikian kutipan pernyataan H. Febby. (hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional