Menu

Untuk Kelompok Tani Kosiak, Pemko Sediakan 2 Ton Bibit Bawang

  Dibaca : 89 kali
Untuk Kelompok Tani Kosiak, Pemko Sediakan 2 Ton Bibit Bawang
PANEN BAWANG MERAH— Wakil Wali Kota Erwin Yunaz dan Camat memperlihatkan hasil panen bawang di Kota Payakumbuh.

PAYOLINYAM, METRO–Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, memanen bawang bersama Kelompok Tani Kosiak, di Lingkungan Pa­yo­linyam, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (2/8). Turut hadir Camat Desfitawarni, Kabid PTH Dinas Pertanian Rozi Alleni, Lurah Dian Fitria, petugas BPSB dari Provinsi Sumbar Oktaviandra, Koordinator DPP Yuliza, Penyuluh Eni Kurniati, serta KJF Dinas Pertanian Sesderfi dan Ketua Kelompok Tani Kosiak Bus­tanul Arifin (Itok) di­dampingi Ketua Subhortikultura Hengki.

Di lahan seluas kira-kira 1000m² ini dilakukan penamanan sebanyak 50 Kg bawang varietas SS Sakato, bibit bantuan dari Dinas Pertanian Kota Pa­ya­kumbuh melalui program sekolah lapangan (SL) swadaya cabe dan bawang. Setelah sekitar 70 hari, hasilnya didapat rata-rata 250 gram per rumpun, artinya lebih dari 700 Kg bawang dapat dipanen, dan ini adalah pe­nanaman keempat sejak sekolah lapangan swadaya bawang itu dijalankan selama 1 tahun.

Menurut Keterangan Kabid PTH Rozi Alleni, pada tahun ini Pemko Paya­kumbuh menganggarkan bantuan bibit ba­wang untuk 2 hektar, atau sekitar 2 ton untuk kelompok tani se Kota Payakumbuh berdasarkan dari usulan kelompok tani. Untuk Kelompok Tani Kosiak di Payakumbuh Utara ini, mereka dibantu 400Kg bi­bit. Tahun depan ada pe­ningkatan anggaran untuk bantuan bibit bawang, dimana pada tahun 2021 sebanyak 2 hektar, untuk tahun 2022 ditingkatkan sekitar 4 hektar.

“Kelompok Tani Kosiak sudah swadaya me­nanam bawang bahkan sebelum mendapat bantuan bibit karena minat mereka cukup tinggi. Ti­dak menutup kemungkinan kelompok tani lain bisa mendapatkan bantuan dari dinas bila memiliki komitmen untuk mena­nam. Jangan sampai bibit tidak ditanam, malah di­perjual belikan. Apabila mereka serius melakukan pengembangan, maka ka­mi dari dinas akan mela­kukan cek ke lapangan dan cek lahan terlebih dahulu,” terang Rozi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz menyampaikan hasil pa­nen bawang kali ini cukup memuaskan. Apabila sung­guh-sungguh dalam mengembangkan bawang ini, dapat menjadi komo­diti baru yang bakal memenuhi kebutuhan pasar karena peluang cukup terbuka, dan kualitasnya ti­dak berbeda dengan ba­wang pada umumnya, ukurannya pun cukup besar.

“Setelah pemerintah memberikan dorongan, kelompok tani harus bisa mandiri. Untuk pasar atau hilir dari produksi ini bisa memenuhi kebutuhan rumah-rumah makan atau restoran, bahkan pasar di luar daerah. Bila hasilnya membludak, kita gelar pasar tani,” ungkapnya.

Dijelaskan Erwin bila selama ini benih masih dibeli di luar daerah, dengan melihat potensi panen hari ini, akan ada bibit yang bisa didapatkan bersumber dari benih, tidak perlu beli lagi karena ada sumber benih yang didapatkan dari swadaya.

“Bila tahun ini masih dipanen untuk konsumsi, untuk tahun depan diharapkan dapat dikem­bangkan untuk jadi benih. Kita lihat 3 tahun belaka­ngan ini kelompok tani te­rus bangkit dan menggarap lahan-lahan mereka. Disana Pemko hadir mendorong minat agar hasil­nya lebih tinggi,” tukuk Erwin.

Ditambahkannya, keuntungan yang ditawarkan bila menanam ba­wang di Payakumbuh a­dalah dari segi pupuk, tidak perlu lagi membeli ke luar daerah karena ba­nyak usaha kandang ayam di Luak Limopuluah.

“Sesuatu yang diawali dengan ilmu, maka hasilnya baik. Program ini sejalan dengan program provinsi dan pusat. Payakumbuh bisa jadi sentralisasi industri pertanian dan peternakan, insyaallah menghadirkan kesejahteraan bagi petani kita” kata Erwin.

Ketua Kelompok Tani Kosiak Bustanul Arifin didampingi Ketua Subhortikultura Hengki, menjelaskan kalau penanaman ini dilakukan secara tumpangsari, mereka di­bim­bing oleh narasumber Halim Antoni dari petani pakar yang tergabung dalam Kontak Tani Nela­yan Andalan (KTNA) dan untuk pengomposan di­bim­bing oleh Dedi selaku tim teknis pengomposan dan pendampingan pe­nyuluh oleh terus menerus.

Di sekolah lapangan, mereka juga melakukan uji coba pengaruh pemupukan terhadap pertumbuhan bawang merah. Ada sampel yang diamati di masing-masing bede­ngan. Hasil terbaiklah yang direkomendasikan untuk ditanam untuk konsumsi maupun kebutuhan bibit. “Pada panen hari ini kami ingin sedikit “pamer” atau memberi tahu Pemko kalau bawang cocok ditanam di Payakumbuh untuk dibudidayakan, dan kenyataannya sudah nam­pak. Kelompok kami berhasil membudidayakan bawang merah deng­an hasil memuaskan. Ka­mi juga berharap ada fasilitas untuk mengolah bawang agar hasil panen dapat ditampung dan kami bisa terus bersemangat memproduksi bawang di lahan-lahan produktif,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional