Close

Unjuk Rasa di Mapolda Sumbar, Mahasiswa Tuntut Kejelasan Kasus Surat Gubernur Minta Sumbangan

UNJUK RASA— Puluhan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumbar meski dalam kondisi hujan deras.

PADANG, METRO–Puluhan mahasiswa yang meru­pakan gabungan dari Ikatan Maha­siswa Muhammadiyah (IMM) Sum­bar, Badko HMI, dan Pergerakan Milenial Minang (PMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumbar dan Kantor Gubernur Sum­bar, Rabu sore  (29/9) se­kitar pukul 16.00 WIB.

Meski diguyur hujan de­ras, mahasiswa itu tetap semangat menyampaikan orasi yang meminta kejela­san terkait penanganan ka­sus surat bertanda ta­ngan Gubernur Sumbar, Mahyeldi yang dipakai un­tuk meminta sumbangan pembuatan bu­ku kepada sejumlah pihak.

“Tujuan kami tak lain menuntut kejelasan surat sumbangan bertanda­ta­ngan Gubernur Sumatera Barat yang sampai saat ini belum ada kejelasan,” ung­kap ketua DPD IMM Ihya Rizqi, Rabu (29/91).

Selain itu, mereka juga menyampaikan aspirasi terkait tindakan represif aparat terhadap kader IMM Sulawesi Tenggara.  Mere­ka membawa berbagai ma­cam spanduk sebagai ben­tuk menyuarakan aspirasi, toa, dan bendera.

Aksi itu juga mendapat­kan pengawalan dari Polisi yang membentuk formasi pengamanan di gerbang Mapolda Sumbar. Semen­ta­ra, mahasiswa secara ber­gantian berorasi me­nyam­paikan aspirasinya di te­ngah gu­yuran hujan de­ras.

Bergeser dari Polda Sumbar, di depan kantor Gubernur Sumbar, mereka menyuarakan kepada Pre­siden Jokowi untuk melin­dungi 57 pegawai KPK yang akan dikeluarkan dari lem­baga antirasuah itu gara-gara tidak lulus TWK.

Setelah menyam­pai­kan aspirasinya, para pe­serta aksi pun selanjutnya membubarkan diri dengan tertib. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top