Menu

Unjuk Rasa di DPRD, Mahasiswa Desak Ganti Rugi Tanah Pembangunan Tarok City

  Dibaca : 537 kali
Unjuk Rasa di DPRD, Mahasiswa Desak Ganti Rugi Tanah Pembangunan Tarok City
UNJUK RASA— Sekelompok mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Padang Pariaman terkait persoalan Tarok City dan tambak udang ilegal.

PDG. PARIAMAN, METRO
Sekelompok mahasiswa yang tergabung dari Lingkar Mahasiswa Pariaman (LPM) melakukan unjuk rasa di halaman kantor DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (24/11).

Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan dari pembangunan Tarok City dan maraknya tambak udang ilegal.

Mahasiswa tersebut tampak membawa poster-poster yang ditulis menggunakan cat semprot dan berisi kata-kata terkait tuntutan yang disampaikan. Unjuk rasa itupun mendapat kawalan Polisi dari Polres Kota Pariaman dan Satpol PP Kota Pariaman.

Kordinator Aksi , Rahman mengatakan pihaknya meminta dan mendesak DPRD Padang Pariaman memperhatikan terkait pembangunan Tarok City. Pasalnya, dalam pembangunan Tarok City, masih ada lahan masyarakat yang terdampak tapi untuk ganti ruginya belum selesai hingga sekarang.

“Padahal lahan itu sudah dibangun, tapi ganti rugi belum ada dari pihak terkait. Bahkan sebagian lahan masyarakat itu dulunya mereka tanami pohon karet, tapi sekarang sudah habis ditebangi dan diganti dengan beton. Tanah masyarakat sudah diambil untuk dibangun, tapi ganti rugi belum ada,” ujarnya.

Selain itu, Rahman yang jauh-jauh datang dari Jakarta menegaskan, mengenai rencana tata ruang wilayah. Lihat sekarang, ruang hijau tempat habitat alam, saat ini berubah menjadi beton-beton Tarok City. Selain itu tidak ada kejelasan terkait rencana tata ruang wilayah.

“Saya telah meninjau pembangunan Tarok City, banyak berdampak buruk bagi warga sekitar. Belum lagi tanah warga yang diambil untuk pembangunan tersebut. Hal ini sangat menyakitkan masyarakat,” ungkap Rahman.

Selain menyampaikan aspirasi terkait pembangunan Tarok City, Rahman menambahkan, pihaknya mendatangi Kantor DPRD Padang Pariaman, meminta kepada wakil rakyat ini untuk menyegel tambak-tambak udang ilegal yang ada di daerah.

“Dugaan kami masih banyak tambak udang ilegal yang masih beroperasi di Pantai Padang Pariaman. Kalau ini dibiarkan bisa merusak ekosistem alam, sebab itu akan bertambah terus pembangunan tambak udangnya. Kami akan terus mengawal terkait tambak udang dan pembangunan Tarok City, kemudian kalau aspirasi kami tidak ditanggapi maka kami akan terus melakukan demo,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Arwinsyah mengapresiasi langkah demonstran membawa persoalan Tarok City dan Tambak Udang ke DPRD.

“Kami apresiasi langkah yang diambil kawan mahasiswa. Hal yang mereka sampaikan senada dengan apa yang kami bahas. Kami juga menyoal terkait Tarok City. Perlu diketahui, untuk 2020 rencana pembangunan Tarok City tidak kami setujui, sebelum ruang tata ruang wilayah jelas,” ungkapnya.

Begitupun dengan Tambak Udang, kata Arwinsyah, selama ini tambak yang ilegal sudah dirazia bersama pihak Polres Kota dan Satpol PP Pariaman. “Nah untuk 100 meter dari permukaan ombak itu adalah kewenangan provinsi,” sebut Arwinsyah.

Pertemuan antara mahasiswa dan anggota DPRD tersebut berlangsung damai dengan durasi sekitar 2 jam lebih. Demonstran juga berjanji jika aspirasi tidak ditanggapi maka mereka akan melakukan aksi demo kembali. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional