Close

Uniknya Bypass Padang: Jalan Diaspal, Lahan Belum Bebas

Bypass Jalur II mulai diaspal - web
Sebagian pengerjaan jalur II Bypass Padang sudah mulai memasuki tahap pengaspalan. Anehnya, sebagaian lahan lainnya malah belum tuntas dibebaskan.

BYPASS, METRO–Meski terkendala lahan, pembangunan jalur II Bypass masih terus berlanjut. Kemarin, pengerjaaan sudah sampai tahap pengaspalan, terutama di kawasan Anakaia, Bypass.

Sejumlah alat berat terlihat di lokasi untuk mengaspal badan jalan. Sementara di titik lainnya, seperti di depan Balai Kota Aiepacah, prosesnya baru tahap pematangan lahan. Kasatker Proyek Jalur II Bypass, Opukenigara menyebutkan, realisasi pengerjaaan proyek baru mencapai 35 persen. Pengerjaan masih difokuskan pada lahan yang belum bebas. Sementara lahan yang belum bebas, belum bisa disentuh.

”Seharusnya sudah mencapai 40 persen. Dari 27 km panjang jalan, yang sudah ditimbun baru 19,6 km. Sementara sisanya belum bisa dikerjakan karena tanah belum bebas,” sebut Opuke.

Ia khawatir, jika pengaspalan tuntas, maka pengerjaan akan terhenti karena masih ada lahan yang belum bebas. ”Inilah yang ditakutkan. Sekarang, masih bisa bekerja dengan penimbunan dan pengaspalan. Kegiatan ini hanya butuh waktu dua bulan,” ujar Opuke.

Untuk pembebasan lahan, Satket sudah berulang kali berkoordinasi dengan Pemko. Namun, realisasinya masih saja lambat. ”Yang parah itu pembebasan di ruas masuk ke Padangpariaman. Panjangnya mencapai 1,4 km, dari Duku hingga batas kota. Pembebasan lahan masih jalan di tempat. Kita menilai pemerintah daerah Padangpariaman terlalu cuek,” keluh Opuke.

Asisten I Pemko Padang Vidal Triza, yang juga ketua tim pembebasan lahan, mengatakan proses pembebasan masih tetap diupayakan. Rencananya, pada pekan depan, wali kota akan membahas kembali masalah pembebasan lahan.

”Saat ini jumlah tanah konsolidasi yang bermasalah adalah sebanyak 74 persil dari jumlah tersebut, yang sudah diselesaikan adalah sebanyak 10 persil. Sisanya sebanyak 64 persil lagi dengan panjang sekitar 4,7 Km. Dari  64 persil itu, ada 19 persil yang sampai ke pengadilan,” ulas Vidal.

Sebagian besar tanah yang bermasalah itu adalah di kawasan Kuranji sepanjang 4,7 km. Sementara Kototangah dengan panjang 0,3 km. Sebelumnya, jumlah bangunan yang belum dibongkar di jalur 40 adalah sebanyak 309 unit. Sekarang, sudah dibongkar sebanyak 122 unit. Sisanya 187 lagi masih dalam tahap penyelesaian masalah. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top