Close

Ungkap Perdagangan Miras Secara Online, Kadisperindak Apresiasi Polda Sumbar

Asben Hendri Kadisperindag Sumbar.

PADANG, METRO–Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sum­bar mengakui perdagangan minuman keras (Miras) tanpa izin secara online sulit terpantau lan­taran banyak flatform-platrorm digital saat ini, se­hingga dapat diakses oleh semua kalangan termasuk  anak-anak bawah umur.

“Kalau era sekarang mendekatkan antara konsumen dengan produsen itu teknologi, sangat tidak menghambat ruang dan waktu, karena memang era digital ini bisa dieperoleh secara online,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperin­dag) Provinsi Sumbar, Asben Hendri, Senin (27/9) siang.

Asben menjelaskan, terkait pengungkapan kasus dugaan perdagangan Miras secara online oleh personel Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar, sebuah keberhasilan yang patut diapresiasi.

“Artinya, kan luar biasa itu (pengungkapan perdagangan Miras online), tentu saya mendukung apa yang telah dilakukan oleh Polda, karena kalau tidak seperti itu bisa bebas sa­ja,” ungkap Asben.

Menurut Asben, untuk mendeteksi perdagangan Miras secara online memang susah. Namun, pihak Polda Sumbar mampu me­ngungkap dan menindak pelakunya.

“Alhamdulillah, polisi mempunyai kepiawaian dengan teknologi yang ada, keberhasilan membatasi peredaran barang yang beralkohol yang tidak sesuai peruntukannya,” tuturnya.

Ia menyampaikan, pen­jual Miras seharusnya mempunyai filter kepada siapa saja yang menjadi konsumen Miras itu dijualbelikan. Jangan sampai Miras itu dibeli oleh anak-anak.

“Kadang yang dilarang dalam peredaran itu perjualbelikan, tentu memang harapan kita kalau ada Polda sudah menindak itu tentu kita mendukung itu. Tentu harus kita beri apresiasi, terkait reward tentu kita beri informasi atau masukan kepada pimpinan (gubernur),” jelas Asben.

Ia mengakhiri, untuk mempersempit per­da­ga­ng­an tanpa Izin secara online, termasuk perdaga­ngan Miras, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan akan bekerja-sama dengan Polda Sumbar.

“Pengawasan dari sisi pemerintah harus terdaf­tar (ada izin), sehingga bisa mengawasinya. Kami juga bekerja-sama dengan kepolisian,” tutup Asben.

Sebelumnya, Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar, menangkap lelaki berinisial RD (40) di rumah kontrakan jalan Aur Duri, No. 61, RT 001 RW 005, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Pa­dang Timur, Kota Padang, Senin (20/9) sekira pukul 16.48 WIB,

“Terungkapnya kasus perdagangan Miras ilegal atau tanpa izin melalui aplikasi gojek ini berdasarkan penyelidikan setelah me­nerima informasi dari ma­syarakat. Transaksi undercover buy dengan memesan melalui gofood dengan nama Toko Soju & Wine yang ada di dalam aplikasi Gojek,” kata Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombespol Joko Sadono.

Kombes Pol Joko me­nyampaikan selain mengamakan tersangka, pihak­nya juga menyita ratusan Miras berbagai merek sebagai barang bukti, serta barang bukti pendukung lainnya seperti satu dus kosong merekRoyal Brewhouse, daftar harga Miras, dan faktur pembelian.

“Ada merek Wine, Ro­yal Brewhouse, Soju. Ma­sing-masing miras yang di­sita berbagai ukuran, yakni ada isi 750 mililiter, 350 mililiter, dengan kadar alkohol yang berbeda-beda seperti 13.5 persen kadar alkohol, 20 persen, 45 per­sen dan sebagainya,” ung­kap Kombes Pol Joko.

Kombes Pol Joko ma­nambahkan, miras tersebut dijual dengan harga bervariasi, misalbya Soju dijual dengan harga Rp150 ribu perbotol, sedangkan Wine dijual dengan harga Rp250 ribu hingga Rp600 ribu.

“Pelaku mendaftar di aplikasi gojek pada 20 A­gustus 2021. Sementara itu, minuman keras yang dijual pelaku asli berasal Pekanbaru dan Medan. Penjualan di online itu bisa saja anak-anak bawah umur yang memesan miras itu,” pung­kasnya. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top