Close

Unand Jajaki Kerja Sama dengan Pemkab Tanahdatar

Richi Aprian Wakil Bupati Tanah Datar.

TANAHDATAR, METRO–Hampir 60% masya­rakat di Tanah Datar menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian, karenanya pemerintah daerah sepakat mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengupayakan peningkatan produk pertanian dan mengurangi biaya produksi dengan mencetuskan program biaya bajak sa­wah gratis.

Hal ini disampaikan Wa­kil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, SH. MH pada kegiatan Kunjungan Tim Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) da­lam rangka Penjajakan untuk Menjalin Kerjasama, Kamis (28/10) di aula Eksekutif Kantor Bupati.

Turut menghadiri De­wan Kantor (Dekan) Fakultas Pertanian Unand, Dr. Ir. Indra Dwipa, MS, Dosen Pertanian, Prof. Dr. Ir. Irfan Suliansyah, MS, Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Ir. Yulfiardi, Kepala Bagian Pemerintahan, Abdurrahman Hadi, S. STP, M,M dan tamu undangan lainnya.

Richi menyampaikan, saat ini di Tanah Datar masih ada beberapa ma­salah dibidang pertanian, diantaranya penggunaan pestisida yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas tanah, kemudian perlu mengembalikan bibit dan varietas lokal yang ada.

“Tentunya kami sangat butuh bimbingan dari Fa­kultas Pertanian Unand dengan bentuk jalinan kerjasama yang tertuang da­lam rencana kerja, dimana ke depan kita harapkan akan menghasilkan produk lokal yang bisa diangkat menjadi varietas unggul,” ujarnya.

Kemudian diakhir penyampaiannya, Wabup Richi Aprian mengucapkan terima kasih atas rencana kerjasama dengan Fakultas Pertanian Unand.

“Semoga rencana ini berjalan lancar, tidak ha­nya menguntungkan pihak Pemda tetapi juga menyelesaikan perma­salahan pertanian yang ada di ma­syarakat. Karena yang direncanakan Fakultas Per­tanian Unand sesuai dengan apa yang kami harapkan,” tukas Richi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi berharap dengan adanya kerjasama ini, akan menghasilkan varietas padi unggul nasional seperti cisokan dan sijunjuang.

“Dengan penerapan teknologi, produksi padi yang menurun pada 5,2 ton per hektar, bisa meningkat lagi mencapai 7 atau 8 ton per hektar dengan indeks panen juga meningkat 3 atau 4 kali pertahun, pada saat ini indeks panen ha­nya 2,7 pertahun,” ujarnya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top