Menu

Unand Gelar KN-KHRB) V 2019 Bakal Dihadiri Seribu Pemakalah Pangan

  Dibaca : 294 kali
Unand Gelar KN-KHRB) V 2019 Bakal Dihadiri Seribu Pemakalah Pangan
BUKA—Rektor Unand Tafdil Husni saat membuka Konferensi Nasional Klaster dan Hilirisasi Riset Berkelanjutan (KN-KHRB) V 2019 di Convention Hall Unand, Senin (18/11).

PADANG, METRO – Universitas Andalas (Unand) melalui lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Unand mengadakan konferensi nasional klaster dan hilirisasi riset berkelanjutan (KN-KHRB) V 2019 dengan tema Towards Entrepreneurial Universitas di Convention Hall, Unand, Senin (18/11).

Rangkaian acara tersebut akan berlangsung selama tujuh hari ke depan, 18-24 November, dengan harapan akan di hadiri oleh 1000 pemakalah yang menyajikan hasil-hasil riset terkini di bidang ketahanan pangan seperti klaster, ketahanan pangan, obat berbahan alam, gizi dan kesehatan serta inovasi sains. Hilirisasi, pemanfaatan dan komersialisasi produk, membantu nagari membangun dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut dikuti oleh peserta sebanyak 1349 yang berasal dari dosen-dosen, dan dalam pembukaan kegiatan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, Pamian Siregar, Kementrian Pertanian RI, Liferdi Lukman sebagai keynote speaker serta nara sumber lainnya.

Bahkan dalam kurun empat tahun belakangan telah menghasilkan 150 produk hasil inovasi. Namun tidak banyak dari produk tersebut yang masuk pasar industri.

Rektor Unand Tafdil Husni saat membuka Konferensi Nasional Klaster dan Hilirisasi Riset Berkelanjutan (KN-KHRB) V 2019 di Convention Hall Unand menjelaskan, ada beberapa persoalan yang menyebabkan lambatnya hilirisasi dari riset tersebut. Diantaranya dari peneliti sendiri seperti ada dosen hanya mengerti kepada hak paten saja dan terhenti sampai disitu.

Kemudian, ada regulasi yang menghambat sehingga produk hasil penelitian tidak dapat diterima di dunia industri. Selanjutnya, dari perusahaan yang membutuhkan jumlah banyak dan berkelanjutan sementara bahan baku belum tersedia.

“Inilah yang akan kami dorong kedepan dengan cara memperbanyak kerja sama dengan perusahaan atau dunia industri, pemerintah dan masyarakat agar hasil riset ini bisa bermanfaat dan mendatangkan nilai tambah bagi peneliti maupun masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPPM Unand, Uyung Gatot menjelaskan, hasil penelitian dari Unand sudah banyak masuk pasar, belum pada skala besar seperti supermarket atau perusahaan besar lainnya. Baru melalui IKM dan UMKM dan dalam jumlah terbatas.

“Permasalahan sekarang adalah belum ada kerja sama dengan industri besar dengan menghasilkan produk secara terus-menerus,” katanya.

Disampaikannya, permasalahan lain ada soal yang akan mengkomersilkan hasil penelitian dosen. Namun hal itu sudah ada solusi dengan mempertemukan peneliti, dunia usaha dan pemerintah Science Techno Park yang sebentar lagi akan siap bangun penunjangnya.

“Tahun ini bangunan selesai, tahun besok sudah bisa kita mulai mempertemukan elemen ini, sehingga hasil riset berguna bagi dunia industri, pemerintah dan masyarakat,” katanya. (heu)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional