Menu

UMKM, Solusi Menjawab Sulitnya Lapangan Pekerjaan

  Dibaca : 112 kali
UMKM, Solusi Menjawab Sulitnya Lapangan Pekerjaan
RAKOR BERSAMA OPD— Pjs Wali Kota Solok Asben Hendri memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

SOLOK, METRO
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok, Bujang Putra, mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para pengrajin batik, tenun dan usaha kreatif lainnya. Para pengerajin, juga mengusung kearifan lokal daerah dalam usahanya seperti para pengrajin batik.

Dijelaskan, berangkat dari semangat para pengrajin batik tadi, Pemko Solok setiap tahunnya mencetuskan lomba desain motif batik khas Kota Solok. Tujuannya, untuk memancing ide-ide kreatif masyarakat sehingga mampu menangkapnya sebagai peluang usaha.

“Ada sekitar 120 karya motif desain batik khas Kota Solok dari berbagai daerah yang ikut andil dalam lomba tersebut, tidak hanya dari Sumbar saja yang ikut ambil bagian, tapi juga dari provinsi tetangga. Hasil lomba tersebut kita pakai sebagai motif khas Kota Solok, dan menjadi produk andalan para pengrajin batik di Kota Solok ini, setidaknya dari lomba ini, para pengrajin tidak kehilangan akal untuk membuat motif batik,” ujar Bujang.

Usaha kreatif UMKM akan menjadi salah satu solusi dalam menjawab sulitnya lapangan pekerjaan saat ini, sebab sudah sangat tipis peluang bagi generasi muda untuk bisa bekerja, apalagi hanya mengandalkan ijazah semata. Keahlian dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini.

“Kita akan membantu masyarakat Kota Solok yang bergerak di ekonomi kreatif, diharapkan akan berdampak signifikan dalam mendorong perekonomian masyarakat, serta membuka lapangan pekerjaan,” jelas Bujang.

Secara keseluruhan, untuk menggerakkan,  roda perekonomian masyarakat, pihaknya menegaskan untuk mendukung geliat ekonomi daerah, Pemko Solok memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dengan penguatan untuk permodalan pelaku UMKM.

Sebab keterbatasan modal selama ini selalu menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melebarkan sayap usahanya. Dan banyak pelaku usaha tidak mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.

Pemko Solok terus berupaya mendekatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan sumber permodalan. Baik dari pihak Pemda sendiri, perbankan maupun BUMN yang ada.

Diantaranya melalui Lembaga Permodalan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat (LP2EM), PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “UMKM sangat perlu mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah untuk menunjang usahanya, apalagi di tengah gempuran produk global, membuat produk UKM jika monoton akan mati pasaran,” jelas Bujang.

Hingga tahun 2020, dari data yang didapat dari Dinas Koperindag UMKM Kota Solok, terdapat lebih kurang 3884 Usaha Mikro Kecil Menengah yang aktif di kota Solok, atau naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3659 UMKM Sementara Industri Kecil dan Menengah 562.

Tak hanya bidang kerajinan, UMKM kota Solok secara umum terus dikembangkan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan sebagai upaya menyejahterakan masyarakat secara berkelanjutan. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional