Menu

Ukraina vs Inggris, Perang Efektivitas dan Penguasaan Bola

  Dibaca : 183 kali
Ukraina vs Inggris, Perang Efektivitas dan Penguasaan Bola
Bola Pertandingan Ukraina vs Inggris dalam lanjutan jadwal 8 besar EURO 2021 akan dimainkan di Stadio Olimpico, Roma, Italia pada Minggu (4/7) pukul 02.00 WIB.

Pertandingan Ukraina vs Inggris dalam lanjutan jad­wal 8 besar EURO 2021 akan dimain­kan di Stadio Olimpico, Roma, Italia pada Minggu (4/7) pukul 02.00 WIB. Laga ini bisa jadi momentum khusus bagi pe­latih Ukraina, Andriy Shevchenko.

Pengalaman Shev­chen­ko dengan hal-hal berunsur Inggris tidaklah istimewa. Ketika masih menjadi pe­main profesional, ia gagal tampil cemerlang untuk Chelsea. Membela London Biru selama 3 musim, ia hanya mencetak 22 gol dalam 77 laga. Padahal, Shevchenko didatangkan ke Stamford Bridge karena ketajamannya selama mem­bela AC Milan.

Partai internasional ter­akhir Shevchenko bersa­ma Ukraina terjadi saat timnya menjamu Inggris di Grup D EURO 2012. Ketika itu, Tim Biru Kuning tumbang 0-1 oleh gol tunggal Wayne Rooney. Pemain tuan rumah, Marko Devic, mencetak “gol hantu”.

Kampanye Ukraina berakhir tanpa bisa menembus fase gugur. Kini, sebagai pelatih, Shevchenko mesti menghadapi Inggris kembali. The Three Lions memang tidak diisi bintang-bintang besar seperti generasi terdahulu.

Namun, materi pemain muda Gareth Southgate sudah lebih dari cukup untuk memberikan masalah kepada lawan seperti apa pun. Fakta bahwa Inggris belum kebobolan di EURO 2021 jadi catatan penting.

“Inggris punya kedalaman skuad dan staf pelatih luar biasa. Kami sadar betapa beratnya laga ini. Mereka sulit untuk dibobol, tetapi hal itu tidak membuat kami gentar. Segalanya serbamungkin dalam sepakbola seperti hidup,” kata Shevchenko dikutip UEFA.

Jika melihat penampilan sepanjang EURO 2021, Ukraina bukanlah tim bertipe menyerang seperti Inggris. Biru-Kuning memiliki rata-rata penguasaan bola hanya 50,2 persen. Ini ma­sih di bawah The Three Lions yang 52,2 persen.

Namun, masalah efektivitas penguasaan bola untuk menciptakan peluang, Ukraina lebih unggul. Pasukan Andriy Shevchenko bisa mele­paskan rata-ra­ta 11 tembakan, jauh di atas Inggris (6,8 tembakan).

Catatan lain, dari 6 gol Ukraina, 2 di antaranya dari skema set pieces. Di kubu Uk­raina, ada Andriy Yarmolenko (West Ham) dan Oleksandr Zinchenko (Man­chester City) yang terbiasa menjalani kerasnya persaingan di Liga Inggris. Keduanya adalah penam­pil terbaik Ukraina. Zin­chenko punya rapor 7,30 dan Yar­molenko punya 7,13.

Sementara itu, Inggris punya dilema tersendiri di balik kedalaman skuad me­reka. Sosok seperti Jack Grealish mesti mendapatkan peran sebagai supersub. Total 2 assist sang playmaker Aston Villa tidak menjaminnya bisa masuk starting XI ala Gareth Sou­thgate.

Lini depan Inggris tidaklah tajam dengan torehan hanya 4 gol. Raheem Sterling yang mencetak 75 persen gol The Three Lions, punya rata-rata jumlah 1,8 tembakan perlaga, yang ada di atas penyerang utama Harry Kane (1,5 kali).

Menurut Southgate, Ster­ling mendapatkan tempat khusus di pilihannya karena ketangguhan mental sang penyerang Manchester City. “Dia seorang petarung. Dia memiliki ketahanan dan rasa lapar yang luar biasa. Dia telah mengembangkan ra­sa lapar yang nyata untuk mencetak gol dalam beberapa tahun terakhir,” kata sang pelatih dikutip Sky Sports.

Inggris yang dimotori Raheem Sterling akan menjadi batu penghalang Ukraina dan Andriy Shevchenko. Dari segi materi pemain, The Three Lions berpeluang mengulang kejadian 9 tahun lalu kala membuat Sheva menderita. Sejarah akan mencatat, apakah Ukraina kembali hancur atau kali ini giliran mereka yang memaksa Inggris gagal ke Wembley. (*/rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional