Menu

UKM Bakery Didorong Berkembang di Masa Pandemi Covid-19, Tim Pengabdian Masyarakat Unand Berikan Solusi

  Dibaca : 392 kali
UKM Bakery Didorong Berkembang di Masa Pandemi Covid-19, Tim Pengabdian Masyarakat Unand Berikan Solusi
PRODUK MAKANAN— Bakery merupakan salah satu produk makanan yang diminati oleh hampir semua kalangan umur yang sangat cocok menemani WfH dan BdR keluarga.

PADANG, METRO
Industri makanan menjadi salah satu industri yang tetap bertahan di tengah hantaman pandemi Covid-19. Usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi salah satu pelaku usaha yang terus memberikan kontribusi terhadap penyediaan beragam jenis makanan bagi masyarakat.

Aktivitas masyarakat yang saat ini banyak dilakukan dari rumah (WfH/work from home dan BdR/belajar dari rumah), menyebabkan kebutuhan akan konsumsi makanan keluarga menjadi meningkat. UKM produk makanan harus mampu melihat peluang ini dengan senantiasa menghadirkan inovasi-inovasi yang mampu dilirik pasar.

Bakery merupakan salah satu produk makanan yang diminati oleh hampir semua kalangan umur yang sangat cocok menemani WfH dan BdR keluarga. Mengingat beragam produk bakery bisa dikatakan menjadi pilihan menu pilihan keluarga, varian rasa yang menarik dan spesifik tentu akan menguatkan daya terimanya di pasaran.

Beranjak dari hal tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Andalas yang terdiri atas Aronal Arief Putra, SPt, MSc, PhD, Elfi Rahmi, SPt, MP, dan Vitania Yulia, SSos, MA berinisiatif untuk mendorong berkembangnya salah satu usaha bakery dengan brand Bondo Bakery.

“Melalui FGD yang dilakukan oleh tim pengabdian Universitas Andalas dengan Bondo Bakery dimunculkan beberapa ide pengembangan usaha. Pada focus grup dissussion ini telah dipetakan potensi mitra dan potensi pasar agar dapat terus berkembang untuk pasar bakery di Kota Padang,” kata Ronal, alumni Faterna Unand 2001 ini.

Dari diskusi tersebut, kata Ronal, beberapa solusi yang dapat diterapkan diantaranya adalah pendekatan processing yang fokus kepada produksi ragam produk bakery yang berbasis hasil ternak, mengoptimalkan pemasaran online, dan penerapan marketing communication.

“Product development, sebagai salah satu bentuk pendekatan processing pada komoditi bakery, menjadi aspek penting untuk mendapatkan segmen pasar yang berbeda,” katanya.

Elfi Rahmi menambahkan, di tengah situasi pandemi yang belum pasti kapan akan berakhir ini, Bondo Bakery harus tetap optimis memunculkan bakery dengan inovasi-inovasi produk yang berbeda dengan bakery-bakery yang ada. Layanan penjualan juga harus menyesuaikan dengan kondisi konsumen saat ini.

“Pendekatan penjualan online sudah menjadi suatu hal mutlak dilakukan dalam menyampaikan produk ke tangan konsumen saat ini dan merupakan salah satu sisi yang perlu lebih ditonjolkan untuk mengakselerasi daya terima pasar terhadap produk,” katanya.

Vitania Yulia menyebut, pendekatan marketing communication perlu dilakukan untuk menjangkau konsumen lebih luas. Dengan adanya aplikasi berjualan online seperti gofood yang ditunjang oleh WhatsApp, dan media sosial seperti Facebook dan instagram, konten-konten yang dibuat dengan pendekatan marketing communication diharapkan mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.

Anggota tim pengabdi yang merupakan staf pengajar di jurusan ilmu komunikasi Universitas Andalas ini menyebut, saat ini, strategi berjualan melalui media sosial memang sangat menjanjikan. Mengingat aktivitas kerja dan belajar dialihkan ke rumah, dimana akses terhadap media sosial juga lebih meningkat.

“Marketing communication diharapkan mampu menjadi penghubung antara produsen dan konsumen sehingga dengan demikian akan mendorong perluasan pasar dan pencapaian terhadap target pemasaran yang telah ditetapkan,” katanya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional