Close

Ukir Sejarah, Untuk Pertama Kalinya Anak Muda Terpilih Sebagai Walinagari Koto Baru Dharmasraya, Anggun Saputra : Ini Amanah Masyarakat Koto Baru

BERSAMA PENDUKUNG— Ns. Anggun Saputra, S. Kep (tengah) diapit kaum ibu-ibu dan pendukung usai syukuran kemenangan.

DHARMASRAYA, METRO–Pesta demokrasi Pemilihan Walinagari serentak di Kabupaten Dharmasraya yang berlangsung pada Kamis (20/10), terlaksana dengan sukses. Menariknya pemilihan wali nagari yang berlangsung di salah satu nagari tertua di kabupaten Dharmasraya tepatnya Nagari Koto Baru Kecamatan Koto Baru untuk pertama kalinya a­nak muda mampu terpilih sebagai walinagari untuk periode 2022-2028.

Informasi yang dirangkum Posmetro di lapa­ng­an, sejak peralihan status dari Desa ke Nagari pada 2005 hingga 3 periode pi­lwana, baruah periode ini ada wali nagari terpilih berumur dibawah 40 tahun.

Diketahui Calon wali nagari nomor urut 1, Ns. Anggun Saputra, S. Kep yang baru memasuki usia ke 32 tahun itu mampu meraih suara terbanyak di Pilwana Koto Baru Kecamatan Koto Baru. Anggun mampu unggul dari dua calon lainnya, pada Pilwana serentak yang digelar pada Kamis (20/10).

Berdasarkan penghitungan di TPS hingga pe­netapan dalam sidang pleno panitia Pilwana Koto Baru, Calon nomor urut 1, Anggun Saputra meraih 3.153 suara (52 persen). Calon nomor urut 2 Benhard meraih 1.890 suara (32 persen) dan nomor urut 3 Elmisep Dt Marajo meraih 946 suara (16 persen). Tak hanya itu, Anggun berhasil unggul telak di 18 TPS, imbang di 1 TPS dengan calon nomor urut 3 dan kalah di 4 TPS dari calon nomor urut 2.

Dengan terpilih menjadi wali nagari periode 2022-2028, Anggun mengatakan kemenangan di Pilwana tersebut merupakan kemenangan seluruh elemen masyarakat yang menitipkan kepercayaan masya­rakat terhadap dirinya. “Kemenangan ini bukan kemenangan saya pribadi atau tim saja. Tapi keme­nangan seluruh elemen masyarakat Koto Baru. Di­saat saya sampaikan niat mewakafkan diri untuk Nagari, Alhamdulillah masya­rakat menerima dan saya diberi amanah,” ungkap Anggun Saputra saat ditemui di Kantor Wali Nagari Koto Baru usai menghadiri pleno PPN Kamis (21/10) dini hari.

Anggun menegaskan akan selalu menjaga kepercayaan masyarakat, dirinya bertekad untuk menjalankan roda pemerintahan nagari secara transparan dan tentunya menjalankan visi misi dengan melibatkan seluruh unsur serta memanfaatkan seluruh potensi Nagari Koto Baru. “Nagari Koto Baru adalah milik kita bersama dan saya pasti akan menjaga kepercayaan itu de­ngan pengabdian yang le­bih maksimal. Dengan kebersamaan saya meyakini tujuan kita untuk menjadikan Nagari Koto Baru menjadi Nagari Peduli, Maju dan Berbudaya akan terwujud nantinya, karena Visi Misi Nagari yang ajukan, sejalan dengan visi misi Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan yakni mewujudkan Dharmasraya yang Maju Man­diri dan Berbudaya, “ ujar­nya.

Selain berterima kasih kepada keluarga besar, Alim Ulama, Ninik Mamak, dan Bundo Kanduang, serta masyarakat, ia juga mengapresiasi usaha dan kerja keras relawan dan tim sukses yang sudah membantu menyampaikan segala visi misi kepada masyarakat selama tahapan kampanye.

Anggun mewakili keluarga besar dan tim relawan juga menyampaikan permohonan maaf jika selama berlangsungnya tahapan pilwana ada khilaf kata maupun perbuatan yang tidak pada tempatnya.  “Bi­duak lalu kiambang batauik. Mohon maaf dari kami keluarga besar dan tim kepada semua pihak, barangkali selama tahapan ada khilaf kata dan perbuatan. Setelah pemilihan ini tentunya tidak akan ada perbedaan, kita akan rang­kul semua elemen masya­rakat tanpa membeda-bedakan pendukung atau bukan, karena majunya nagari karena kebersamaan,” tegasnya.

Setelah itu, dirinya akan melanjutkan peningkatan sarana prasarana infrastruktur serta pembangu­nan fisik maupun pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.  Sebagai wali nagari yang memiliki se­gudang prestasi di Kabupa­ten Agam, ia tetap ber­tekad untuk menempatan agama sebagai sumber motivasi dan inspirasi. “Ter­masuk meningkatkan profesionalisme perangkat nagari sebagai pelayan masyarakat, dan mening­katkan pemberdayaan ma­sya­rakat dari seluruh ke­kuatan ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan kea­manan,” pungkasnya

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, beserta isteri, Ny. Dewi Lopita Sari menyalurkan hak pilihnya di TPS  Nagari Sungai Rumbai Kecamatan Sungai Rumbai.

Kontestasi yang diikuti 127 calon di 43 Nagari ini, berlangsung aman dan terkendali, dan diikuti antusias masyarakat setempat. Berdasarkan pantauan, partisipasi pemilih di setiap TPS rata-rata berada di angka 70 persen.  Bupati Sutan Riska pasca menyalurkan hak pilihnya, langsung melaksanakan monitoring dengan berkeliling dari nagari ke nagari, untuk memastikan penyelenggaraan pemilihan berlangsung kondusif.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga membentuk Tim Monitoring yang ditugaskan memantau pelaksanaan Pilwana di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ter­sebar di 11 Kecamatan se Kabupaten Dharmasraya. “Alhamdulillah, dari hasil monitoring dan laporan tim, Pilwana berlangsung lancar, aman dan kondusif, dan walaupun ada sedikit kendala hanya masalah teknis, bukan karena ada gesekan antar calon, itu dapat di selesaikan Panitia Pemilihan Nagari dengan baik,” ungkap Sutan Riska disela sela monitoring ke Nagari Koto Baru.

Sutan Riska berharap, Pilwana kali ini benar-benar menghasilkan pemim­pin berkualitas dan dapat berkolaborasi dengan dirinya untuk menjadikan Dharmasraya ke arah yang lebih baik lagi. “Mu­dah-mudahan, Insya Allah mendapatkan pemimpin berkualitas yang amanah untuk mewujudkan Dharmasraya yang maju mandiri dan berbudaya”, harap Sutan Riska.

Sutan Riska dalam ke­sempatan itu mengajak semua calon dan pendukungnya untuk menyikapi hasil pemilihan dengan kepala dingin. Pasalnya Ke­tua Umum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (Apkasi) itu tidak menginginkan kontestasi Pilwana menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masya­ra­kat.

“Apapun hasilnya di­sikapi secara sederhana saja. Bagi yang menang jangan euphoria berlebihan, dan bagi yang belum beruntung barangkali belum rezekinya. Serta apabila dirasa ada pelanggaran dalam penyelenggaraannya, agar disalurkan melalui mekanisme yang benar,” ungkap Sutan Riska.

Sutan Riska juga menghimbau masyarakat untuk kembali mempererat tali persaudaraan dengan se­sama. Karena walau bagai­manapun sesungguhnya yang berkontestasi Pilwana, maupun para pendukungnya sama-sama punya ikatan kekerabatan. “Apabila selama proses de­mokrasi ini terjadi perseli­sihan, segeralah kembali ke suasana awal, memupuk kembali jalinan silatu­rahmi yang dalam bulan-bulan ini barangkali sedikit renggang,”  kata Sutan Riska. Tak lupa Sutan Riska juga mengucapkan terima kasih kepada personil Ba­binsa dan Babhinkamtibmas yang turut menciptakan suasana kondusif selama alek besar ini berlangsung.  Selain itu, atas suksesnya penyelenggaraan Pilwana, Sutan Riska juga memberikan apresiasi khu­sus kepada Panitia Pemilihan Nagari (PPN) yang telah mampu menyelenggarakan Pilwana serentak ini dengan baik dan sukses. (gus)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top