Close

UIN IB Padang Cetak Sarjana Baru yang Siap Kerja, Catat Sejarah, UIN IB Wisudakan 1.476 Mahasiswa Ke-87

Rektor UIN IB Padang Prof Martin Kustati, tengah memindahkan jambul kepada wisudawati.

Universitas Islam Ne­geri (UIN) Imam Bonjol Padang menelurkan sebanyak 1.476 wisudawan dann wisudawati. Dalam kegiatan wisuda angkatan ke 87 dilaksanakan dua gelombang yakni 27 hingga 28 April 2022.  Pelaksanaan wisuda gelombang pertama, hari  Rabu dan Kamis (27-28) terdiri dari 754 wisudawan dan wisu­dawati. Terdapat sebanyak 78 orang lulusan Pascasarjana, 117 orang dari Fakultas Adab dan Humaniora, 259 orang dari Fa­kultas Syariah dan 164 orang dari Fakultas Ushuludin dan Stu­di Agama, serta Fakultas Eko­nomi dan Bisnis Islam (FEBI) 136.

Sementara gelombang ke­dua akan dilaksanakan, Kamis (28/04). Dimana 464 wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan 258 wisudawan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Rektor UIN IB Padang Prof Martin Kustati mengatakan, perhelatan wisuda kali ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah UIN Imam Bonjol Padang.

“Ini sejarah pertama bagi kampus yang melepas wisuda­wan terbanyak sejak beralihnya satus IAIN ke UIN IB. Biasanya jumlah wisudawan dibawah seribu orang,” katanya.

Walaupun demikian, pelaksanaan wisuda tetap menerapkan protokol kesehatan serta pembatasan isi ruangan dengan tidak mengikutsertakan keluarga wisudawan untuk turut hadir di dalam ruangan.

Ia mengatakan, pihak kampus juga telah menyiapkan beberapa tenaga kesehatan untuk, mengantisipasi mahasiswa yang mengalami kelelahan atau sakit saat acara berlangsung.

Sementara itu, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Su­ma­tera barat, Yusri, dalam orasi ilmiahnya mengatakan bahwa, sebagai akademisi Islam, Wisudawan/wati UIN IB Pa­dang diminta untuk ikut andil meng­kampanyekan keuangan syariah.

Berdasarkan data OJK, Indeks Literasi Keuangan (ILK) di Sumbar berada pada angka 34,55 persen, sementara ILK secara nasional pada angka 38,04 persen. “Lebih disayangkan lagi, tingkat literasi keuangan syariah masih setengahnya, yakni 17,28 persen,” kata Yusri.

Oleh sebab itu, sambungnya, kita meminta para dai dan ulama ketika berceramah di masjid, surau, langgar, menyampaikan materi yang berkaitan dengan ekonomi keuangan syariah. Tidak hanya hal-hal ibadah, tapi juga muamalah. “Hal tersebut juga hendaknya menjadi perhatian bagi lulusan Universitas Islam seperti wisudawan dan wisudawati saat ini, “ tandasnya. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top