Menu

Ubur-Ubur Serang Pantai Tiku,Puluhan Wisatawan Disengat

  Dibaca : 3827 kali
Ubur-Ubur Serang Pantai Tiku,Puluhan Wisatawan Disengat
UBUR-UBUR— Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Tiku tersengat ubur-ubur beracun bewarna biru dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. (peri rahman/posmetro)

Cegah Korban Bertambah, Garis Larangan Dipasang

AGAM, METRO – Tertipu dengan kecantikan dan keindahannya, sudah sepuluh pengunjung Pantai Tiku yang tersengat spesies laut jenis ubur-ubur yang terdampar di Pantai tersebut. Para korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit Tiku untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sejak dua hari belakangan, sepanjang pantai Pariaman dan Agam banyak ditemukan ubur-ubur terdampar. Keberadaan ubur-ubur sejenis binatang laut tak bertulang belakang itu mulai menebar ancaman bagi wisatawan yang datang ke lokasi pantai.

Seperti halnya di kawasan pesisir Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara. Sampai Senin (7/10), sudah puluhan wisatawan yang tersengat racun ubur-ubur. Untuk itu, mengingat banyaknya ubur-ubur beracun jenis bluebottle yang terdampar, wisatawan yang berkunjung ke pantai harus ekstra hati-hati.

Wangi (18), salah satu pengunjung Pantai Tiku asal Jambi, akibat tersengat ubur-ubur, Sabtu (5/10) kemarin, dia terpaksa dilarikan ke UGD Puskesmas Tiku untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak rumah sakit langsung memberikan obat untuk meredam racun ubur-ubur yang mulai menjalar di tubuhnya.

Kasi PMN Tanjung Mutiara Weri Ikhwan Senin (7/10) membenarkan hal tersebut. Dia juga mengatakan bahwa kejadian terdamparnya ubur-ubur ini sudah terjadi sejak dua hari belakangan. Keberadaan ubur-ubur itu tidak hanya membuat sejumlah wisatawan panik, akan tetapi sudah banyak yang menjadi korban.

“Dari data kita di lapangan, sampai saat ini sudah tercatat 10 orang wisawatan yang terkena sengat racun ubur-ubur. Rata-rata korbannya, tidak mengetahui bahwa ubur-ubur yang terdampar tersebut beracun. Mereka tertipu dengan warnanya yang menarik dan menyentuhnya. “Di saat menyentuh itulah racunnya langsung bereaksi,” bebernya.

Weri melanjutkan, untuk menekan agar korban tidak bertambah banyak, Pemerintah Kecamatan dan Nagari berupaya memberikan garis pembatas agar wisawatan tidak mendekat pada lokasi terdamparnya ubur-ubur.

“Kita juga akan membuat imbauan dan larangan untuk mandi-mandi di sepanjang garis pantai Tanjung Mutiara,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, kondisi serupa juga terjadi di wilayah pantai Padang Pariaman. BPBD Padang Pariaman dan Kota Pariaman sudah mengeluarkan imbauan pada pengunjung untuk tidak mandi-mandi di sepanjang pantai dan menghindari garis pantai.

Menindaklanjuti keresahan tersebut, lanjutnya, tim gabungan Kecamatan Tanjung Mutiara sedang lakukan pembersihan pantai sejak Senin (7/10) pagi.

Pembersihan kawasan ubur-ubur dipimpin camat Tanjung Mutiara Yogi Astarian didampingi Kasi. PMN bersama personil gabungan Satpol PP-Damkar, aparat kecamatan dan masyarakat.

Pembersihan ubur-ubur dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus yang dikumpulkan dan diamankan agar tidak memicu masalah baru. Pembersihan tepian pantai dari ubur-ubur berbahaya itu akan dilakukan rutin oleh petugas yang ditempatkan khusus.

Camat Tanjung Mutiara, Yogi Astarian juga sudah mengumumkan larangan bagi pengunjung dan masyarakat untuk mandi-mandi di sepanjang garis pantai Tanjung Mutiara, sampai kondisi pantai betul-betul aman dari serbuan ubur-ubur berbahaya itu.

Dia juga mengatakan cukup prihatin dengan sejumlah kasus serangan ubur-ubur yang sudah memakan korban. Pemerintah Kecamatan akan menjadikan hal itu menjadi catatan penting bagi pihaknya dalam memberi layanan dan rasa aman bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan laut Tiku. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional