Menu

UAS: Konversi Bank Nagari ke Syariah adalah Ujian Iman bagi masya­rakat Sumbar

  Dibaca : 84 kali
UAS: Konversi Bank Nagari ke Syariah adalah Ujian Iman bagi masya­rakat Sumbar
SALAM—Ustaz Abdul Somad salaman dengan Mahyeldi.

PADANG, METRO–Ustaz Abdul Somad me­nilai perjuangan konversi Bank Nagari dari sistem konvensional menjadi Bank Umum Syariah merupakan ujian iman bagi masya­rakat Sumbar.

“Kalau kendala dari proses konversi ini adalah khawatir akan menga­kibat­kan kerugian maka ini ada­lah ujian bagi iman ma­syarakat Sumbar,” katanya saat bersilaturahmi de­ngan Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy di Padang, Kamis (26/8).

Ia mengatakan jika i­man sudah kuat maka ti­dak ada alasan lagi untuk meninggalkan sistem riba dan beralih ke sistem sya­riah karena Allah sudah menjamin rezki hamba-Nya. Ada 90 ayat dalam Al Quran yang mengatakan Allah sudah menetapkan dan menjamin rezki itu.

Sebaliknya ada pula satu ayat dalam Al Quran yang mengatakan syetan itu menjanjikan kefakiran. “Mungkin yang takut rugi, yang takut jadi fakir jika memilih sistem syariah itu masih terbujuk rayuan syetan yang disebut Al baqarah 268 itu,” katanya.

UAS mengatakan un­tuk beralih pada sistem syariah itu tidak bisa di­mulai dari atas. Dengan aturan yang dibuat oleh gubernur atau bupati/wali kota. Tetapi harus ada kesadaran dari bawah.

Ia menyarankan untuk menggaungkan ekonomi syariah dengan meng­gan­deng semua penceramah, tokoh agama, najlis taklim dan organisasi keagamaan agar secara terus menerus menyampaikan keung­gu­lan ekonomi syariah dalam setiap ceramah.

“Kalau semua sudah bergerak. Setiap masjid dan majlis keilmuan terus membahas ekonomi sya­riah diharapkan masya­rakat bawah akan mulai sadar, lalu menuntut untuk mengarah pada sistem syariah,” ujarnya.

Selanjutnya ia me­nga­takan amal dari Gubernur, Bupati/Wali kota bukan hanya sholat dhuha, bukan sekadar tahajud, baca Qur­an. Itu amal yang biasa. “Amalnya, ijtihadnya ada­lah konstitusional. Meru­bah dari konvensional ke syariah itu adalah kon­titusional,” ujarnya.

Terakhir ia berpesan agar kepala daerah yang sedang memperjuangkan konversi itu untuk tidak terlalu memikirkan “bul­ly” yang dialamatkan ke­­pa­danya. Bagai­mana­pun hebatnya orang, bah­kan Nabi Muhammad pun kena bully.  “Karena itu teruslah berjuang. Jangan fikirkan apa kata orang,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Mahyeldi me­nga­takan Pemprov Sumbar memang tengah berjuang untuk melakukan konversi Bank Nagari dari kon­ven­sional menjadi Bank Umum Syariah. Dalam RUPS su­dah disepakati paling lam­bat sudah terlaksana pada Januari 2023.

Lebih lanjut ia me­nga­takan UAS telah menjadi inspirasi baginya untuk membuat program pem­bangunan terutama yang menyangkut daerah te­risolir.

“Kalau UAS dua kali sebulan masuk ke peda­laman. Kami pun men­con­toh itu. Minimal dua kali setahun Gubernur dan Wa­kil Gubernur turun lang­sung ke daerah-daerah terisolir yaitu pada akhir tahun dan pada Idul A­dha,” ujarnya.

Selama kunjungan a­kan dilihat apa yang bisa di­bantu sesuai dengan ke­we­nangan provinsi se­hing­ga pembangunan itu be­nar-benar bisa merata hingga ke daerah ter­sulit. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional