Menu

Uang dan Emas Pasangan Caleg Dilarikan, Kerugian Rp250 Juta

  Dibaca : 100 kali
Uang dan Emas Pasangan Caleg Dilarikan, Kerugian Rp250 Juta
Ilustrasi

BUKITTINGGI, METRO – Pelaku pencurian uang dan emas senilai Rp250 juta, Zufrizal (32), yang tega menjarah harta kenalannya, mantan anggota DPRD Bukittinggi, Dewi Anggraini bersama suaminya Beni, ternyata sudah menginap selama dua hari di rumah korban.

Demikian disampaikan Kanit Buser Satreskrim Polres Bukittinggi, Ipda Fikri Rahmadi. Menurutnya, pelaku dengan mudah masuk ke rumah korban menggunakan kunci yang diletakkan di toko, setelah mendapat kesempatan bekerja dengan korban.

”Pelaku sudah dua hari menginap di rumah korban. Sebelumnya, pelaku menginap di rumah sepupu korban. Korban sendiri tidak menyangka pelaku tega mencuri di rumahnya, karena pelaku sudah diberi semua fasilitas di rumah tersebut,” terangnya, Senin (11/2).

Menurut Fikri Rahmadi, kasus pencurian isi rumah bermula saat pelaku datang ke Bukittingi seminggu yang lalu dari Batam, Kepulauan Riau. Kemudian yang bersangkutan bertemu dengan sepupu korban, karena mereka sebelumnya pernah satu tempat kerja waktu berada di Batam.

”Pertemuan itu tidak ada dijanjikan. Setiba di Bukittinggi, pelaku menghubungi sepupu korban karena dulunya merupakan rekan satu kerja, dan pelaku mengaku ingin berangkat ke Palembang mencari pekerjaan. Namun sepupu korban mengajak untuk tinggal, dan berusaha membantu mencarikan pekerjaan di Bukittinggi ini,” jelasnya.

Kemudian, sambung Fikri Rahmadi, pelaku dibawa berkenalan dengan korban Beni yang merupakan Caleg DPRD Bukittinggi, Beni. Sementara istri korban Dewi Anggraini merupakan mantan anggota DPRD Bukittinggi, yang saat ini juga mencalonkan diri kembali.

”Korban merasa kasihan dengan cerita pelaku, dan menawarkan untuk bekerja dengannya, hingga pelaku akhirnya dibawa ke rumah dan diberi tempat tinggal, pakaian serta fasilitas. Begitulah niat korban untuk membantu pelaku,” ungkapnya.

Namun, saat pelaku ditinggalkan di toko milik korban, pada Jumat (9/2) lalu, ujar Fikri Rahmadi, saat itulah pelaku merasa memiliki kesempatan untuk menjarah harta milik korban, saat korban sibuk, pelaku meninggalkan toko mengaku ada keperluan.

”Saat korban mengecek dengan menanyai karyawan tokonya, apakah pelaku masih ada di sana? Karyawan toko mengatakan, pelaku tidak ada lagi. Kemungkinan dia pulang dan membawa kunci rumah yang ada di toko. Awalnya korban berpikir pelaku hanya ingin mengambil barang miliknya,” sebutnya.

Fikri menambahkan, saat itu rasa curiga korban timbul. Sehingga korban ingin memastikan ke rumah. Ternyata, kecurigaannya terbukti. Kamar milik korban sudah berantakan dan uang senilai Rp70 juta, serta emas 150 gram atau sekitar Rp180 juta raib.

”Malam harinya korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Bukittinggi. Sehingga, penyelidikan kita lakukan. Pelaku ternyata kabur ke Batam menggunakan pesawat sore hari, dan keeseokannya pada Sabtu 9 Februari 2019 langsung kita susul,” tuturnya.

Sesampai di Batam pelaku berniat membeli sepeda motor Kawasaki Ninja bekas senilai Rp45 juta. Nahas sebelum sempat mengendarai motor baru yang sudah dipesan di toko motor bekas, Zufrizal langsung diamankan tim gabungan Macan Polresta Barelang, Subdit III Jatanras Polda Kepri, Polsek Batam Kota serta Satreskrim Polres Bukittingi.

Fikri Rahmadi menuturkan, penangkapan pelaku kurang dari 1×24 jam, bertempat di show room tempat dia hendak membeli sepeda motor tersebut, di kawasan Seraya, dekat Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

“Pelaku sudah membayar motor tersebut. Namun belum sempat pergi, kita bersama tim gabungan sudah mengamankan pelaku,” tukasnya.

Dalam perjalanan ke Bukittinggi pada Minggu (10/2), sebut Fikri, pelaku sempat mencoba melarikan diri, sehingga petugas mengamankan dengan menembak paha kiri korban.Dilain kesempatan pelaku Zufrizal, mengaku tergiur dengan uang milik korban. Sehingga nekad melakukan pencurian.

“Saya melihat uangnya (korban) banyak. Makanya saya ingin menguasai hartanya, dan kebetulan saya juga diberikan fasilitas di rumahnya, sehingga memudahkan untuk menjarah harta mereka,” ulasnya.

Zufrizal menyesali perbuatannya dikarenakan korban sudah berbuat baik, dan menampungnya selama berada di Bukittinggi.

“Niat awal saya memang ingin mencari pekerjaan. Tapi akhirnya saya khilaf dan mencuri harta korban, saya sangat menyesal telah melakukan hal ini,” ungkapnya.

Saat ini korban bersama barang bukti sudah mendekam di Mapolres Bukittinggi untuk mengikuti pemeriksaan lebih lanjut, dan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya. (cr8)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional