Menu

Tuss…. Batok Kepala Guru MDA Tergilas

  Dibaca : 810 kali
Tuss…. Batok Kepala Guru MDA Tergilas
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)
Jpeg

warga dan petugas kepolisian melakukan terhadap korban kecelakaan di Jalan Raya Talago, Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sabtu (8/11/2015) sekitar pukul 20.45 WIB.

SOLOK, METRO–Sungguh mengenaskan nasib yang dialami guru MDA Lubuk Nyiur, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan ini. Saat berkonvoi dengan temannya ke arah Kota Solok di tengah hujan lebat, Sabtu (8/11) sekitar pukul 20.45 WIB. Seketika, nyawa bujangan ini terenggut di Jalan Raya Talago, Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Informasi yang dihimpun, dalam konvoi tersebut, korban mengendarai Yamaha Vi-Xion nopol BA 2388 GO yang dikendarai oleh Zulhen Risman (27) terpisah dari rombongan. Kemudian, motor pemuda tersebut oleng ke arah kanan jalan, lalu menghantam body samping kanan truk. Tak dinyana, tubuhnya pun terjungkal ke aspal dan kepalanya tasorong ke ban belakang samping kanan . Tussss…..kepala korban pecah seketika.

Usai dilindas, korban terlihat tidak bergerak lagi. Warga buncah. Darahnya menganak sungai, benak kepala tercecer di jalan raya dan dibasahi oleh hujan. Untung saja saat itu, tim Satlantas Polres Arosuka yang sedang razia cipta kondisi dan dipimpin oleh Kapolres AKBP Reh Ngenana, langsung ke lokasi sehingga jenazah korban tidak berlama di jalan.

Setelah dievakuasi, jasad pria malang tersebut dilarikan ke RSUD Arosuka menggunakan ambulance untuk menjalani visum et repertum. Sementara, sopir dump truk berinisial DAA (50) berikut dengan barang bukti (BB) berhasil diamankan. Hingga berita ini diturunkan, kasus ini lakalantas tewas itu masih dalam penyelidikan polisi.

Informasi yang berhasil dihimpun POSMETRO di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), malam itu kawasan Kabupaten Solok hingga Kota Solok memang diguyur hujan lebat. Hujan lebat diiringi kabut, sehingga pengendara kendaraan roda dua banyak yang menghentikan lajunya, tak terkecuali korban.

Sebelum kecelakaan maut itu terjadi, korban terlihat berteduh bersama teman-temannya di sekitar SPBU Batang Barus. Setelah hujan reda, beberapa orang warga yang ada di sekitar SPBU sudah tidak lagi melihat korban bersama temannya itu. Menurut warga, dari para pengendara itu, korban terlihat agak nyentrik.

”Rombongan itu terdiri dengan kendaraan roda dua kelas atas, termasuk kendaraan yang dikendarai korban Yamaha Vi-xion warna hitam. Saya sempat melirik ke arah korban bertubuh agak besar itu,” ujar Gunawan (33), pengendara vespa yang akan menuju arah Saok Laweh, kepada POSMETRO di lokasi kejadian.

Senada, Man (47) menyebut, saat kejadian dirinya sedang berboncengan dengan temannya mengarah ke Kota Solok. Sempat berpapasan dengan korban. Namun, ketinggalan hingga 100 meter. Sampai di Guguak, pria paruh baya ini menyebut mereka hanya berjarak beberapa meter saja dari motor korban. Tapi, tiba-tiba terlihat kendali stang motor korban tergoyang.

Korban yang kehilangan akal, lalu mengarah ke kanan jalan. Saat itu, dump truk bermuatan batu bara dari Sawahlunto dalam kondisi menanjak. Tiba tiba saja kepala korban sudah berada di bawah ban dump truk. “Pecah dan banyak darahnya,” ucap Man, warga Air Camar ini.

Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana didampingi Kasatlantas, AKP Anggara Rustamyono dan KBO, Ipda Bayful mengatakan, dari olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan hasil keterangan saksi-saksi yang merupakan teman korban sendiri mengatakan, saat itu korban melaju dari arah Batang Barus melaju arah batas Kota Solok.

Sampai di daerah Talago, Nagari Guguak melaju dump truk dalam kondisi menanjak dari arah Sawahlunto. Dump truk ini sedang bermuatan semen. Nah, saat itulah tiba-tiba tubuh korban terjungkal ke aspal dan langsung disambut oleh ban truk yang berada di sisi kanan. Akibatnya, kepala korban pecah dan pemuda asal Lubuk Niyur, Batangkapas, Kabupaten Pessel itu tewas seketika.

”Sopir truk ini sudah kita amankan berikut dengan barang buktinya, sedangkan jasad korban usai menjalani visum luar di RSUD Kayu Aro, Minggu (8/11) pagi langsung diambil pihak keluarga untuk dikebumikan,” ujar Reh Ngenana.

Sementara, DAA (50), sopir dump truk yang tinggal di Lubuk Buaya, Kecamatan Kototangah, Kota Padang ini mengakui tidak mengetahui kejadian itu dengan jelas. Dalam perjalanan dari Sawahlunto dengan muatan batu bara, memang hujan sangat lebat dan jalan juga berkabut. “Jadi konsentrasi saya hanya tertuju ke jalan raya saja,” katanya.

Kemudian, saat truk yang dikendarainya menanjak di Guguak, tiba-tiba saja terdengar bunyi suara badarak. Namun, dia tidak begitu memperdulikannya. Tapi, saat mengetahui laju truk mulai tertahan, dia pun berhenti dan mengecek. “Saya juga kaget pak, ada ceceran darah dan jug ada orang yang terlindas truk saya,” ucapnya tertunduk. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional