Close

Turunkan Stunting Tahun 2021 di Padangpariaman

USAI ACARA—Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman H. Yutiardy Rivai usai cara bersama peserta.

PDG.PARIAMAN, METRO–Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman H. Yutiardy Rivai, kemarin, menjadi narasumber pada kegiatan diseminasi hasil surveilans gizi tingkat nasional regional II. Kegiatan tersebut berguna untuk percepatan penurunan s­tun­ting tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Di­rek­torat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang pemanfaatan data surveilans gizi dalam penyusunan perencanaan program per­cepatan penurunan stunting di Kabupaten Padangpariaman.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dibuka oleh Plt. Dirjen Kesmas Kemenkes RI. drg  Kartini Rustandi dengan peserta utusan dari Dinas Kesehatan Provinsi, Poltekkes Kemenkes se Indonesia organisasi profesi persagi, pergizi pangan, AIPVOGI dan lintas program serta sektor terkait, pe­ngelola program gizi dan pu­skesmas Kab/Kota terpilih.

Juga hadir sebagai na­rasumber Fasli Jalal , Di­rektur SUPD III Kemendagri, Direktur Pelaporan Statistik BKKBN,Ketua AIP­VOGI dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flo­res Timur.

Dikatakan Kabid Kesmas Nurhayati sebagai peserta dalam kegiatan desiminasi ini merupakan undangan yang ke empat kalinya, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk sharing keberhasilan implementasi surveilans gizi melalui aplikasi elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Ma­sya­rakat  ( e PPGBM ), yang sudah dimulai sejak akhir tahun 2017 hingga tahun ini.

Dimana, surveilans gizi sudah rutin dilaksanakan oleh tim Surveilans gizi Puskesmas yang terdiri dari bidan desa, pengelola program gizi, KIA, kesling, promkes dokter dan terkait. Kegiatan surveilans gizi yang menerapkan Prinsip 3 A (Assestment, Analisis, Action).

“Data surveilans Gizi Melalui Aplikasi e PPGBM yang menyediakan Data balita dan ibu hamil by name by addres serta faktor faktor determinan ma­salah gizi. Yaitu Kepemilikan Jaminan Kesehatan/JKN, jamban sehat, air bersih, status imunisasi, keca­cingan, keluarga merokok, riwayat kehamilan ibu, dan penyakit penyerta. Data yang sudah terintegrasi ini berjalan rutin di Kabupa­ten Padangpariaman sejak a­khir tahun 2017 hingga saat ini oleh tim surveilans gizi di setiap puskesmas,” je­las­nya.

Kabid Kesmas didam­pingi Pengelola Gizi Ferawati mengatakan dengan tersedianya data yang update setiap bulan dan se­tiap saat bisa di evaluasi, yang bisa dilakukan intervensi secara cepat dan tepat sasaran. Berdasarkan data riskesdas, data stunting di kabupaten Padangpariaman mengalami pe­nurunan dari 26.1 % (2013) menjadi 21.1 % tahun 2019 (SSGBI ), sedang berdasarkan data surveilans gizi tahun 2021 ini, Stunting sebesar 10.55 dengan cakupan Data 82%.

Kolaborasi bersama antar lintas program dan lintas sektor, telah dilakukan dalam intervensi s­pesifik dan sensitif upaya percepatan penurunan stun­ting serta komitmen yang tinggi dari kepala daerah. “Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang­pariaman menyampaikan pemanfaatan data survei­lans gizi sebagai data das­ar/baseline data dalam penyusunan perencanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupa­ten Padangpariaman,” tam­bahnya mengakhiri(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top