Menu

Tuntutan tak Dipenuhi Disdik Sumbar, Guru SMA 3 Menolak Mengajar

  Dibaca : 1567 kali
Tuntutan tak Dipenuhi Disdik Sumbar, Guru SMA 3 Menolak Mengajar
TOLAK MENGAJAR— Suasana sekolah di SMA3 Batusangkar saat guru menolak mengajar, sementara siswa sudah berada di sekolah.

TANAHDATAR, METRO
Hari pertama sekolah di bulan Ramadhan, Kamis (15/4) majelis guru SMA 3 Batusangkar menolak untuk mengajar sebelum tuntutan mereka dipenuhi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Mereka para majelis guru menuntut Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera untuk sesegera mungkin mengganti kepala sekolah.

Menurut penilaian para guru di SMA unggul ini, kepala sekolah ini sudah tidak layak lagi menjadi pemimpin maupun pengayom di sekolah tersebut.

Segala bentuk pengaduan telah mereka sampaikan dan tuangkan secara resmi kepada Kacabdin maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Menanggapi permasalahan yang sedang membelit sekolah unggul ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri menghimbau semua pihak yang terkait disekolah agar dapat menahan diri dan tidak berbuat anarkis, yang akan dapat menimbulkan kerugian dikemudian hari.

Dikatakan, pemeriksaan terhadap laporan majelis SMA3 Batusangkar sedang berlangsung. “Kami sudah memeriksa dan sedang melakukan BAP terhadap kasus yang terjadi di sekolah itu,” kata Kadisdik. Tim pencari fakta sudah terbentuk, mereka sudah turun ke sekolah SMA 3 Batusangkar, untuk mencari fakta dan data, tambahnya.

“Kami sudah bentuk tim, mereka sudah saya perintahkan turun kelapangan untuk mencari dan menggali akar permasalahannya,” katanya.

Untuk itu ia menghimbau para guru dan semua yang pihak terkait agar bersabar dan menunggu proses yang sedang berlangsung.

“Prosesnya sedang berlangsung, kita tunggu saja hasilnya, mohon bersabar,” ucapnya.

Ditambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, arogansi kepala sekolah seperti itu harus segera diatasi.

Kadisdik mengaku sudah memonitor langsung perkembangan kasus ini sejak awal, namun pihak tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan. “Pemberhentian kepala sekolah harus sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku, kita tidak bisa serta merta mengambil keputusan,” ucapnya.

Nanti kita akan memanggil para guru serta komite untuk dimintai keterangan lebih lanjut untuk melengkapi proses dan BAP, pungkasnya. Hal senada juga disampaikan Korwas Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Rosfairil.

Ia menginginkan dan memerintahkan tenaga pengajar di SMA3 Batusangkar tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang guru dan ASN.

Terpisah, salah seorang perwakilan guru yang tak mau namanya disebut telah melakukan kordinasi dengan Korwas Iswen, Rosfairil dan Kacabdin Asricun, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan bila berada disekolah bersama dengan kepala sekolah, para guru bersepakat untuk tidak masuk sekolah dengan membuat surat pernyataan serta ditanda tangani.

“Kami sepakat tidak masuk sekolah sampai Kepsek dinonaktifkan, agar tidak terjadi adu jotos, atau baku hantam dan kekerasan fisik lainya dengan Kepala Sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, psikis para guru di SMA3 sudah berada dalam titik terendah, khususnya para guru yang wanita.

“Saat sekarang psikis guru yang wanita sudah sangat tertekan dan berada pada titik terendah, mereka takut bersua dengan kepsek, ditunjang dengan kondisi saat sekarang ini,” katanya.

Di sisi lain ucapnya, komite sekolah juga sudah membuat surat pernyataan pemberhentian kepala sekolah. Para guru SMA 3 Batusangkar bersama masyarakat dan Komite Sekolah berharap Kadisdik bisa mengambil sikap, untuk sementara menonaktifkan kepsek tersebut, agar proses belajar mengajar di SMA 3 bisa berlangsung dengan baik. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional