Close

Tuntut Gaji, Sopir Truk LPG Mogok

demo lpg elpjji padang
Sejumlah sopir truk tangki elpiji milik Pertamina, melakukan aksi mogok kerja, kemarin. Mereka memilih memarkirkan kendaraaan di depan gedung Balai Kota, Aiepacah.

AIEPACAH, METRO–Puluhan sopir truk Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Sumbar mogok kerja. Para sopir memilih memarkirkan tangki gas LPG bermuatan 13.000 kg dan 9.000 kg di depan kantor Balai Kota, Aiepacah, Rabu (9/9).

Aksi para sopir truk ini karena mereka menginginkan kenaikan biaya tansportasi dan pengadaan gaji tetap. Sikap protes sopir ini menyebabkan distribusi gas elpiji menjadi terhambat ke pangkalan dan distributor lainnya.

FN (45), sopir truk tangki Pertamina mengatakan, bahwa uang yang diberikan kepada mereka sudah tidak lagi mencukupi untuk kehidupan yang makin sulit.

”PT Pertamina diminta untuk ikut memikirkan gaji kami. Karena setiap kami tanya kepada pihak kantor, mereka selalu bilang tidak ada anggaran lebih untuk biaya transprotasi. Bayangkan, saya dari Payakumbuh mengantarkan gas elpiji ke Bungus Teluk Kabung, diberi uang Rp1.050.000. Di dalam uang tersebut semua biaya sudah masuk, yakni BBM truk, makan, rokok dan biaya operasional. Alhasil, yang bisa dibawa pulang hanya Rp25 ribu,” ungkapnya kepada POSMETRO, Rabu (9/9).

Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan mengingat perlakuan ini tidaklah adil. ”Kami menuntut Pertamina agar menaikkan gaji kami. Setara dengan upah minimum karyawan, anak-anak kami juga butuh makan dan hidup. Jadi tolong pikirkan juga hidup kami,” ujarnya.

Sementara, R ( 35) yang juga sopir truk tangki mengatakan, jika PT Pertamina tidak juga mengakomodir permintaan mereka, maka para sopir sepakat untuk melanjutkan aksi mogok.

”Harus ada solusi dari Pertamina terhadap permintaan kami. Mogok ini terus dilakukan sampai ada kesepakatan baru. Kami para sopir tidak akan datang ke Pertamina Bungus Teluk Kabung atau Ke SPPBE Bypass. Kami akan terus memarkir mobil di sini,” tutupnya.

Sales Executive Pertamina Sulistiya Adi mengatakan, para sopir tersebut memang melakukan mogok beroperasi. ”Ada beberapa permasalahan yang ingin mereka komunikasikan. Jika memang belum ada kesepakatan mereka tetap akan mogok, kemungkinan menyebabkan gas elpiji jadi langka,” ungkapnya.

Ia berjanji, berusaha memediasi para sopir, sehingga mau membawa truk tangki elpiji. ”Saya tidak bisa menjanjikan untuk memenuhi tuntutan mereka, namun kita akan usaha mencari solusi terbaik,” tutur Adi. (cr8)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top