Menu

Tuntaskan Zero ODOL pada 2021, BPTD Wil III Prov Sumbar Wujudkan Kendaraan yang Berkeselamatan

  Dibaca : 113 kali
Tuntaskan Zero ODOL pada 2021, BPTD Wil III Prov Sumbar Wujudkan Kendaraan yang Berkeselamatan
KEPALA BPTD Wil III Prov Sumbar Ariyandi Ariyus S.SiT, MM, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol Drs Budi Setiyadi SH MSi, Kepala Kejaksaan Tinggi Priyanto SH MH dan Kasi LLAJ Efrimon S.SiT, MM

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol Drs Budi Setiyadi SH MSi, saat memimpin normalisasi pemotongan dimensi kendaraan barang di Padang pecan lalu mengatakan, akibat kendaraan yang Over Dimensi dan Over Loading (Odol) sejak 2017 lalu hingga kini, negara sudah mengalami kerugian sekitar Rp43 Triliun di seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, akibat Odol ini juga angka kecelakaan lalu lintas naik, ruas jalan rusak dan bahkan tak sedikit korban jiwa berjatuhan.

Menindaklanjuti kaus tersebut, program pemerintah pada 2021 Zero Odol harus tuntas sudah disikapi dengan tegas oleh pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah III Provinsi Sumatera Barat. Melalui Kepala Balai Wil III Prov Sumbar.

Kepala BPTD Ariyandi Ariyus, S.SiT, MM, melaibatkan Kepala Seksi LLAJ Efrimon, S.SiT, MM, bersama tim gabungan sudah melakukan upaya mewujudkan dan menekan angka kecelakan lalu lintas. Melaksukan aksi razia Odol sejak Januari hingga Oktober 2019.

“Alhamdulillah, hingga kini tim gabungan sudah melayangkan surat tilang sebanyak 3689 lembar di masing masing empat jembatan timbangan Tanjung Balik, Sungai Lansek, Lubuk Selasih dan Air Haji. Bahkan satu diantaranya kasus naik ke pengadilan, hingga kini menunggu surat P-21,” ujar Ariyandi Ariyus, didampingi Kepala Seksi LLAJ Efrimon, S.SiT, MM kepada POSMETRO.

Dikatakan, Ariyandi Ariyus, masalah pemberkasan kasus yang naik itu, kita penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) BPTD, Ditreskrimum Polda Sumbar dan pihak terkait lainnya suah mengirim berkas.

Kecepatan pemberkasan yang dilakukan BPTD Wil III Prov Sumbar ini ternyata diaplus oleh Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol Drs Budi Setiyadi, SH, M,Si. Tak hanya itu, Sumbar juga daerah yang ke 6 dari 34 provinsi di Indonesia perhatian untuk melakukan normalisasi kendaraan. Hal itu tak luput dari kerjasama tim.

“Saya sangat bangga, termasuk pihak terkait yang ikut mendukung program pemerintah ini,” sebut Aritandi Aryius.

Ditambhakan Kepala Seksi LLAJ BPTD Wil III Pemrov Sumbar Efrimon S.SiT MM mengatakan, Sumbar saat ini giat giatnya melakukan penegakkan hukum soal kasus Odol ini. Terkait menjalankan aksi di lapangan, kami berpedoman dengan Pasal 2777 jo Pasal 50 Ayat (1) UU No.22 tahun 2019 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Hulu dari over loading merupakan over dimensi, sehingga perlu penertiban dengan penindakan di jalan untuk angkutan barang over dimensi yang mengubah bak muatan tidak sesuai ketentuan dan itu pun sudah dilakukan berupa peneggakan hokum gabungan pola siding ditempat (Gapolsipat) Odol di jalaur ruas nasional.

Untuk itu dibutuhkan sinergitas antara stakeholder demi mewujudkan Zero Odol, dalam menurunkan kerugian negara akibat rekonstruksi jalan.”Ini juga bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan mengurangi tingkat kemacetan,” jelasnya Efrimon S.SiT, MM. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional