Menu

Tuntaskan Polemik PJU Bypass

  Dibaca : 492 kali
Tuntaskan Polemik PJU Bypass

SAWAHAN, METRO – Lambannya upaya untuk menghidupkan kembali lampu jalan penerangan jalan umum (PJU) Jalan Bypass, dikhawatirkan akan semakin banyak menelan korban akibat kecelakaan. Apalagi di beberapa titik kawasan Jalan Bypass sudah mulai berlobang.

Anggota DPRD Kota Padang, Wismar Pandjaitan meminta kepada Pemko untuk segera menyelesaikannya persoalan yang terjadi dengan pihak Balai Jalan Nasional. “Kita dengar sering terjadi kecelakaan di sepanjang Bypass pada malam hari akibat gelap dan jalan berlobang. Semoga saja tidak bertambah korban dan lampu bisa secepatnya dipasang,” ungkapnya.

Untuk itu terang Wismar, persoalan pembayaran kepada PLN yang selama menjadi polemik diharapkan segera dituntaskan, sehingga lampu jalan bisa dihidupkan oleh PLN. “Sudah terlalu lama Bypass itu padam, padahal pembangunannya masih dalam kategori baru,” tegasnya.

Ia menyampaikan, lampu penerangan merupakan kebutuhan mendasar bagi pengendara bermotor. Jika ini tidak ada, maka pengendara meraba-raba dalam mengendalikan armadanya dan bisa merenggut korban jiwa apabila kondisinya gelap gulita secara terus menerus.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara di kawasan Bypass. “Warga harus sabar dan tidak ego dalam berkendara, ini demi kenyamanan pada masyarakat juga dan menghindari jatuhnya korban jiwa,” sebut Ketua Bapemperda DPRD Padang ini.

Hingga kini jalur di sepanjang Jalan Bypass masih gelap gulita. Belum ada tanda-tanda Pemko Padang akan mengambil alih penerangan di sepanjang jalan yang dibangun oleh Balai Jalan Nasional dengan dana dari pusat tersebut.
Sebelumnya, Kepala UPT PJU Dinas PUPR Kota Padang, Zainal Abidin alias Golf mengatakan, dalam kondisi sekarang, setidaknya butuh dana Rp3 miliar untuk memperbaiki dan sekaligus menyalakan kembali PJU di sepanjang Bypass. Dana sebesar itu akan habis untuk memperbaiki tiang yang rusak.

Ditambah lagi terang Golf, saat ini pengoperasian PJU itu juga terhutang pada PLN sebesar Rp400 juta. Jika sudah lunas hutangnya, maka dimasukkan biaya masuk baru yang mencapai Rp1 miliar. “Makanya kita tidak menerima. Dana yang dibutuhkan sangat besar. Ditotal-total bisa habis Rp3 miliar,” ujarnya lagi.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah sendiri berharap Inspektur Jenderal (Itjen) untuk segera turun dan memeriksa proyek PJU di sepanjang jalur II Bypass yang disinyalir tidak sesuai spek. Dengan turunnya Itjen tersebut dan melakukan pemeriksaan, dia berharap bisa mendapatkan jalan keluar untuk menyalakan penerangan di sepanjang Bypass.

‘Kita tentu tak mau berimplikasi hukum karena proyeknya tak sesuai spek (spesifikasi). Makanya, Inspektorat Jenderal agar turun dan memeriksa proyek pembangunan itu,” sebut Mahyeldi beberapa waktu lalu.

Mahyeldi menambahkan, ada solusi lain agar agar lampu di sepanjang Bypass tersebut menyala kembali. Yakni adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang meminta Pemko mengoperasionalkan PJU itu. Dengan begitu, surat tersebut akan menjadi dasar bagi Pemko Padang untuk menganggarkan segala perbaikan atau biaya yang dibutuhkan untuk menyalakan lampunya.

Apalagi saat ini terang Mahyeldi, lokasi kawasan Bypass mulai padat dan akses terpenting menuju pelabuhan. Masyarakat sudah sangat berharap agar PJU itu menyala dan lalu lalang kendaraan bisa berjalan maksimal.

“Kita mau berjelas-jelas, karena segala sesuatu yang tidak jelas itu bisa berimplikasi hukum. Makanya, kalau ada semacam surat kepada kita untuk menyalakan lampu tersebut, tentu akan kita lakukan,” ujarnya lagi. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional