Menu

Tunggu Pemberitahuan Resmi dari Pemkab Dharmasraya, Kejari Endus Perbuatan Menyimpang

  Dibaca : 467 kali
Tunggu Pemberitahuan Resmi dari Pemkab Dharmasraya, Kejari Endus Perbuatan Menyimpang
SERAHKAN—Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyerahkan bantuan BLT kepada warga yamg terdampak Covid-19.

DHARMASRAYA, METRO
Terkait adanya laporan penyaluran bantuan lansung tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dharmasraya masih menunggu pemberitauan secara resmi dari pemerintah daerah setempat untuk  menindaklanjuti persoalan tersebut. Sebab dugaan perbuatan menyimpang bisa saja terjadi dan kemungkinan besar bisa terjadi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Intelejen Kejari Dharmasraya Wiliyamson kepada awak media pada Rabu (3/6) di Kantor Kejaksaan negeri setempat.

“Kalau secara lisan sudah diberitahu Dinas Sosial kalau di Dharmasraya ada persoalan penyaluran BLT, sempat ditanya kalau seperti itu apa solusinya,” kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Dharmasraya Wiliyamson.

Katanya, pihak kejaksaan meminta pemerintah daerah menyurati secara resmi Kejari Dharmasraya terkait persoalan tersebut.  Sejalan dengan itu juga melampirkan data-data nagari yang bermasalah dalam penyaluran BLT bagi warga terdampak akibat COVID-19.

Wiliyamson menambahkan pihak kejaksaan belum dapat berkomentar lebih jauh apabila surat resmi dan data belum diterima, “Kalau sudah ada pemberitauan resmi baru dapat didiskusikan dengan Kajari apa tindaklanjut berikutnya,” jelasnya

Saat ditanya terkait langkah hukum apabila tidak dikembalikan uang BLT yang tidak tepat sasaran ini, pihaknya juga mengatakan belum dapat berkomentar lebih jauh.

“Saya tidak dapat berandai-andai jika duduk persoalannya belum jelas. Nanti dilihat dulu apa ini kesalahan yang disengaja saat pendataan oleh aparatur di tingkat nagari atau bagaimana. Jadi jelas dulu inti persoalannya dimana, setelah itu baru turun ke lapangan,” terangnya

Menurutnya kalau memang penyaluran BLT tidak tepat sasaran dengan data-data yang cukup maka secara hukum wajib dikembalikan ke kas daerah karena itu uang negara.

“Kami mengimbau kalau memang sudah terlanjur dikembalikan saja ke kas daerah,” ujarnya

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya meminta pemerintah nagari untuk mengembalikan BLT yang telah disalurkan kepada penerima yang tidak tepat sasaran.

“Kami sudah surati wali nagari terkait hal ini. Diberi waktu hingga 5 Juni 2020 untuk menarik bantuan tersebut dari penerima yang tidak berhak dan mengembalikan ke pemerintah kabupaten,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (SOSP3APPKB) Dharmasraya, Boby Perdana Riza di Pulau Punjung, Selasa (2/6).

Ia mengatakan penarikan itu dilakukan setelah adanya laporan yang diterima Posko Pengaduan terkait penyaluran BLT. Hingga kini setidaknya terdapat empat nagari yang ditemukan penyaluranya tidak tetap sasaran.

Keempat nagari yang sudah memiliki data itu telah mengembalikan dana tersebut ke pemerintah daerah, lanjut dia.  “Kalau ditotal nominal bantuan yang tidak tepat sasaran jumlahnya mencapai Rp20 juta yang sudah dikembalikan sampai hari ini,” Pungkasnya (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional