Menu

Tumpukan Buih di Kebun Warga Bikin Geger, Lokasi Dipasang Garis Polisi

  Dibaca : 104 kali
Tumpukan Buih di Kebun Warga Bikin Geger, Lokasi Dipasang Garis Polisi
PASANG GARIS POLISI— Petugas memasang garis polisi di lokasi penemuan tumpukan buih agar tidak didekati masyarakat.

SIJUNJUNG, METRO
Tumpukan buih berwarna putih secara tiba-tiba mengundang perhatian warga Bukik Gombak, Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (10/9). Sontak saja, fenomena langka itupun mengagetkan masyarakat sehingga beramai-ramai mengunjungi lokasi penemuan yang berada di areal perkebunan.

Informasi begitu cepat menyebar, hingga warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Koto VII. Karena khawatir tumpukan buih yang belum diketahui sember dan penyebabnya tersebut bisa saja membahayakan, serta mencegah hal lainnya yang mungkin terjadi.

Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan melalui Kasubag Humas Iptu Nasrul Nurdin membenarkan hal itu. Polisi langsung membatasi lokasi penemuan dengan memasangi police line. “Kita amankan dulu lokasinya agar masyarakat tidak mendekat, karena kita belum tahu apa dan penyebabnya. Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati,” tuturnya Kamis (10/9).

Menanyakan hal tersebut, Kepala Dinas Perkim-LH Kabupaten Sijunjung, Riki Maineldi Neri melalui Sekretaris, Dainis mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel buih yang tiba-tiba muncul di kebun warga.

“Tadi petugas dari labor lingkungan hidup sudah turun ke lokasi untuk mengambil sampel. Selanjutnya akan dibawa ke Padang untuk diteliti. Kita belum tahu apa dan dugaannya penemuan buih tersebut, hingga keluar hasil labornya nanti,” jelas Dainis, saat dihubungi.

Mengingat lokasi penemuan buih tersebut yang juga berada tidak terlalu jauh dari lokasi aktifitas eksplorasi migas yang dilakukan perusahaan PT Rizki Bukit Barisan Energy (RBBE), Fairuz selaku Field Head perusahaan tersebut mengaku pihaknya juga telah turun ke lokasi untuk pengecekan.

“Fenomena biasa sebetulnya, cuma saya belum bisa komentar banyak, karena belum punya data terkait itu. Sudah dicek sama petugas ke lolasi penemuan tadi,” ujarnya kepada media.

Fairuz menuturkan, fenomena buih tersebut juga tidak berkaitan dengan aktifitas migas yang dilakukan perusahaan. “Gak ada. Dari hasi pemeriksaan gas detector, CO karbon monoksida nilainya 0. H2S gas belerang nilainya 0. O2, oksigen nilainya 20 ppm,” sebutnya melalui pesan singkat Whatsapp.

Dikatakannya, CO karbon moniksida dan H2S gas belerang adalah gas yang berbahaya. Namun tidak ditemukan kandungan tersebut pada buih. Dari hasil pemeriksaan gas detector mengatakan hasilnya 0.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati hingga hasil dari labor lingkungan hidup dikeluarkan. Sehingga bisa dideteksi apa, penyebab dan berbahaya atau tidak terhadap lingkungan. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional