Menu

Tumbang, Olahan Singkong Khas Minangkabau yang Asing bagi Milenial

  Dibaca : 221 kali
Tumbang, Olahan Singkong Khas Minangkabau yang Asing bagi Milenial
Tumbang, makanan khas Minangkabau.

PADANGPARIAMAN, METRO–Tumbang adalah camilan tradisional olahan berbahan dasar ubi kayu khas Minangkabau yang mengandung cukup tinggi kalori dan sumber energi yang baik. Selain kandungan gizi yang baik, camilan olahan  ini dikenal memiliki cita rasa yang lezat, manis dan legit.

Camilan yang satu ini sudah jarang kita temukan dimana pun, bahkan mungkin telah dilupakan. Jikamendapatkannya di penjual dagangan keliling, maka beruntung menemukan makanan langka ini. Salah satu penyebabnya adalah mulai menjamurnya makanan luar yang datang silih berganti. Selain itu, tidak banyak juga masyarakat yang masih melestarikan makanan ini. Panganan ini hampir mirip dengan getuk yang berada di pulau Jawa.

Riska Riani, seorang mahasiswi asal Palak Atok Batang Tapakis, Lubuk Alung, Padang Pariamanmengaku penasaran dengan pengetahuan pemuda atau milenial dengan tumbang ini. Katanya, generasi milenial saat ini tidak tahu menahu soal panganan ini. “Saya membuktikannya dengan saya sendiri yang baru tahu camilan tradisional ini. Namun, disamping itu saya tahu bahwa panganan langka ini wajib dilestarikan,” katanya kepada posmetropadang.co.id.

Mencoba untuk mengkaji lebih dalam panganan ini, Riska mencoba mewawancarai generasi milenial yang tidak tahu makanan ini dan mencicipinya, respon mereka. “Karena pertama kali saya coba rasanya enak dan camilan ini cocok di makan sehari-hari,” kata Yunna (21), seorang mahasiswa.

Fatia (20), juga mahasiwa mengaku makanan ini sederhana, tapi menggugah seleranya. “Menurut saya camilan ini sederhana dan lezat rasanya, mungkin diperlukan olahan lebih kekinian agar tak tergesur oleh zaman,” kata Fatia.

Riska mengulas, olahan singkong sederhana ini wajib dilestarikan dan diketahui para generasi milenial Minangkabau. Agar keberadaanya tidak tergersu zaman. Mungkin sedikit dimodifikasi pada panganan ini agar dilirik oleh zaman.

“Zaman dahulu orang Minangkabau membagi tanahnya menjadi sawah dan ladang bersebelahan. Pada saat ladang panen yaitu salah satunya tanaman singkong, kemudian di musim bertani, para ibu-ibu akan mengolah camilan singkong ini menjadi camilan olahan sederhana yang enak dan kaya akan kandungan gizinya,” katanya.

Riska menyebutkan, jika anda ingin mencoba membuatnya, dia membagi resep sederhana dan bahan-bahannya sangat mudah didapat didapur anda. “Bahan yang diperlukan yaitu ubi kayu yang telah dikupas dan dibersihkan, daun pandan yang telah dibersihkan, gula, kelapa agak tua (parampiangan) yang telah diparut, garam, dan vanilli,” katanya.

Sementara untuk membuatnya cukup sederhana. Setelah ubi kayu  dibersihkan, kukus ubi kayu bersama daun pandannya satu helai agar ubi kayu yang dikukus menjadi wangi selama 15 menit.Selanjutnya ubi kayu dihaluskan dengan cara ditumbuk. Kemudian, setelah dihaluskan tambahkan gula, vanilli dan garam secukupnya.

“Bagi pecinta camilan mengandung gula aren cair sangat cocok ditambahkan pada panganan ini.Setelah tercampur rata tambahkan kelapa yang telah diparut kedalamnya dan disisakan. Setelah jadi, camilan ini ditambahkan parutan kelapa tadi dan anda bisa mengkreasikan sesukanya. Selamat mencoba,” katanya. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional