Menu

Tukang Palak Orang Selfie Pantai Padang tak Takut dengan Muspika

  Dibaca : 1973 kali
Tukang Palak Orang Selfie Pantai Padang tak Takut dengan Muspika
COVID— Sejumlah tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 yang baru tiba di IGD.
Pantai Padang - web

Papan nama raksasa Kota Padang yang menjadi lokasi baru untuk selfie.

PADANG, METRO–Rawan terjadinya pemalakan oleh oknum tukang parkir siluman di Pantai Padang direspon Pemko Padang. Mulai Senin (9/11), seluruh pengunjung tidak diperbolehkan lagi parkir di depan tagline Padang-IORA depan Lapau Panjang Cimpago (LPC) Pantai Padang. Penanganan perparkiran di Pantai Padang diserahkan sepenuhnya kepada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).

Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad mengatakan tagline Padang-IORA di depan LPC Pantai Padang saat ini memang jadi daya tarik para pengunjung. Mereka memanfaatkan tagline tersebut sebagai latar objek foto. Sayangnya, pengunjung yang datang memarkirkan kendaraan seenaknya dan akhirnya semrawut.

”Khusus di depan tagline Padang-IORA, kecenderungan masyarakat berfoto di sana, kendaraan parkir di depan tagline itu, jelas tidak baik dan ganggu orang lain. Dengan banyaknya kunjungan, tukang palak akhirnya muncul,” ujar Sekda saat rapat tindak lanjut rencana pembersihan, penataan, penertiban pascapemindahan dan pembongkaran lapak PKL ke LPC bersama jajaran kerjanya di Pitalah Cafe, Purus, Minggu (8/11) pagi.

Mengantisipasi pemalakan, perparkiran di Pantai Padang diserahkan kepada Muspika yang terdiri dari Kapolsek, Danramil dan Camat setempat. Menurut Sekda, sebenarnya untuk masalah perparkiran merupakan tugas pokok Dinas Perhubungan. Akan tetapi khusus Pantai Padang, dibutuhkan pengawasan ketat dan dipantau terus menerus.

Dengan diserahkannya perparkiran di Pantai Padang, cepat tanggap masalah perparkiran di lokasi itu serta aksi pemalakan dapat langsung teratasi oleh Muspika di Kecamatan Padang Barat. “Perparkiran di Pantai Padang diserahkan ke Muspika di kecamatan. Hal ini sangat diapresiasi Walikota Padang karena ini merupakan bentuk kebersamaan kita di kecamatan,” ujar Sekda.

Sekda berharap agar Kapolsek, Danramil dan Camat Padang Barat menentukan teknis parkir di Pantai Padang. Petugas parkir mesti memiliki atribut dan bertanggungjawab di masing-masing lokasi sekaligus melakukan pengawasan. “Petugas parkir tersebut harus bisa menjamin tidak ada orang lain yang memungut parkir selain dia,” tegas Nasir Ahmad.

Tidak diperbolehkannya lagi pengunjung memarkir kendaraan di depan tagline Padang-IORA, Pemko Padang telah menyiapkan lokasi parkir bagi pengunjung. Saat ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang tengah mengancang-ancang lokasi parkir tersebut. “Kita akan menetapkan lokasi untuk parkir roda dua dan empat. Kita juga akan siapkan plang, sehingga pengunjung tahu persis lokasi parkir kendaraan termasuk petugasnya. Dengan itu pengunjung nyaman untuk datang ke Pantai Padang,” pungkas Sekda.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Ranses (40), mengatakan selama ini parkir di pantai Padang sudah lama diserahkan ke Muspika. Namun tetap saja aksi pemalakan itu terjadi terhadap para pengunjung. Para pengunjung yang kebanyakan berasal dari luar daerah terpaksa pulang dalam keadaan tapakiak dan jengkel karena mereka dipalak.

Ranses mengaku, para tukang palak sepertinya tak takut dengan petugas dari Muspika dan lainnya. ”Memang dipalaknya itu Rp5000. Tapi sakitnya tuh di sini,”  ujar Ranses sambil menunjuk ke bagian hulu hatinya.

Kebanyakan terang dia pegunjung tak mau cari ribut dengan sipelamak. Tapi tetap saja mereka memendam rasa dongkol atas perlakuan tidak menyenangkan itu. ”Di kampuang awak sorang, kanai palak juo. Tampaknyo dikelola muspika pun parkir ko indak aman juo do,” ujarnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional