Menu

Tukang Begal Diduga Idap Gangguan Jiwa

  Dibaca : 400 kali
Tukang Begal Diduga Idap Gangguan Jiwa
pencuri motor - posmetroweb

ilustrasi

PADANG, METRO–Tukang es keliling, yang gagal membegal salah seorang pengendara sepeda motor, nyaris dibakar warga yang sudah geram dengan ulah pelaku, di jalan Bypas depan gedung TVRI Padang, Kecamatan Padang Barat, Sabtu (10/10), lalu, ternyata diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andayana, melalui Kapolsekta Koto Tangah, Kompol Jon Hendri, mengatakan pihaknya memang sudah didtangi oleh keluarga pelaku, dan membawa bukti berkas-berkas pelaku pernah berobat di RSJ.

“Keluarga korban memang membawa surat-surat bukti pelaku pernah berobat akibat mengalami gangguan jiwa. Untuk memastikan kebenarannya, kita akan kembali melakukan tes kejiwaan,” kata Jon kepada wartawan, Senin (12/10)

Jon Hendri menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa terlalu memaksakan pelaku untuk diperiksa, sebab kondisi pelaku belum terlalu pulih, paska pelaku dihajar oleh warga yang geram dengan ulahnya.

“Saat ini, perkara pelaku masih dalam tahap sidik, kondisi pelaku belum memungkinkan untuk dimintai keterangan, dan berdasarkan aturannya, kita juga tidak bisa memaksakan, namun hasil pemeriksaan sementara pelaku tidak memiliki jaringan, dan baru pertama kali melakukan aksinya yang melanggar hukum,” ungkap Jon.

Selain itu, Jon menambahkan, jika nantinya, tersangka terbukti memang mengalami gangguan jiwa, berdasarkan UU yang ada, maka pelaku akan terbebas dari perkara yang saat ini menjeratnya.”Jika memang terbukti mengalami gangguan jiwa, maka perkaranya akan batal demi hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, sempat berduel dengan korbanya seorang kakek-kakek, Seorang tukang es keliling, yang gagal membegal salah seorang pengendara sepeda motor, nyaris dibakar warga yang sudah geram dengan ulah pelaku, di jalan Bypas depan gedung TVRI Padang, Kecamatan Padang Barat, Sabtu (10/10), lalu.

Beruntung, polisi yang cepat tanggap langsung mengevakuasi pelaku Beny Saputra (27) yang juga lulusan D3, warga Pengambiran Kelurahan Tanjung Ampalu Kecamatan Lubeg, dari amukan massa, namun tetap saja pelaku babak belur dan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Sementara korban, Zainal (77) warga Air camar Kecamatan LubukBegalung Kota Padang telah membuatkan laporan polisi terkait peristiwa yang dialaminya.

Informasi yang dihimpun, ditangkapnya pelaku begal itu berawal ketika korban Zainal (77) sedang mengendarai sepeda motor Shogun BA 6341 FB, sesampai di simpang dadok Tunggul Hitam pelaku menghentikan korban, dan meminta tolong, menumpang dengan korban.

“Pelaku saat itu berpura pura sebagai orang yang tersesat jalan dan tidak tahu jalan pulang, saya kasihan dan kemudian saya bantu pelaku, dengan memboncengnya,” kata Zainal.

Korban bersama pelaku kemudian melanjutkan perjalanannya, setiba di depan TVRI Sumbar pelaku meminta korban kembali menghentikan kendaraannya dengan maksud untuk turun. Korban yang tak curiga sedikitpun dengan gelegat pelaku, kemudian menghentikan laju sepeda motornya.

Setelah berhenti, ketika hendak turun pelaku langsung menodong korban dengan senjata tajam berupa potongan gunting, di bagian leher korban di sebelah kanan dan memerintah korban untuk mmenyerahkan sepeda motornya. Korban yang mengetahui tekah dibegal, tak tinggal diam, korban yang mampu bela diri, mencoba melawan dan terjadilah duel antara korban dengan pelaku.

Namun, umur yang sudah tua, mebuat korban sempat terjatuh, namun korban terus melakukan perlawanan dan akhirnya korban berhasil mengunci pelaku dengan jurus beladirinya hingga dilumpuhkan. Korban kemudian berteriak, untuk meminta bantuan kepada warga.

Warga yang mendengar teriakan korban, langsung berdatangan, dan langsung memukuli pelaku bahkan warga yang lalu lalang di jalan juga turut menjadikan pelaku bulan-bulanannya, sehingga wajah pelaku babak belur dan mengalami luka yang amat berat di bagian kepala dan badan.

Tak ingin amarah warga semakin meluas, hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, salah seorang warga yang berada di lokasi, menghubungi pihak kepolisian. Tak lama Petugas polsekta Koto Tangah tiba di lokasi kejadian dan langsung mengamankan pelaku bersama barang bukti.

Terpisah, pelaku Beny Saputra saat diwawancarai mengatakan dia baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut, dan jika aksinya berhasil, nantinya sepeda motor itu akan dijual dan uangnya akan di guankan untuk onkos merantau ke Pekanbaru.

“Saya sehari-hari bekerja sebagai tukang es jalanan, dan uang saya dapat sehari-hari tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. Saya baru pertama kali melakukan perbuatan yang melanggar hukum ini pak, dan memang saya sudah rencanakan, saya berusaha menakuti korban dengan senjata tajam berupa potongan gunting. Saya menyesal dan malu pak,”ujarnya.(r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional