Close

Tujuh Kasus Laka Lantas Selama Libur Lebaran, 1 Meninggal, 19 Alami Luka-luka di Sijunjung

KASUS LAKA— Salah satu kasus kecelakaan yang terjadi selama libur lebaran di wilayah hukum Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO–Selama Operasi Ketupat 2022 atau masa momen mudik lebaran Idul Fitri 1443 H, Satlantas Polres Sijunjung mencatat sebanyak tujuh kasus kecelakaan lalulintas (Laka Lantas) yang terjadi di Wilkum Polres Sijunjung. Dari tujuh kasus tersebut sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan satu orang meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Sijunjung AKP Bayful Yendri SH didampingi Kanit Gakkum Ipda Darwin, Se­lasa (10/5). Menurutnya, Operasi Ketupat Singgalang 2022 terhi­tung pada 28 April hingga 9 Mei.

Dari tujuh kasus lakalantas tersebut terjadi di berbagai wil­a­yah hukum Polres Sijunjung, di mana lakalantas yang terjadi mulai dari arus mudik lebaran Idul fitri 1443 H hingga arus balik.  “Dari tujuh kasus Lakalantas yang terjadi mengakibatkan luka berat nihil, luka ringan 19 orang dan satu orang meninggal dunia, sementara kerugian materiil dengan total mencapai Rp 60.400.­000,” ungkap Bayful.

Bayful menambahkan, jumlah Lakalantas yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2022 mengalami peningkatan, di mana pemerintah telah membe­rikan kelonggaran untuk melak­sanakan mudik lebaran. Sehingga arus kendaraan terpantau ramai dan padat. Sementara dalam operasi ketupat tahun 2021 kema­rin, hanya tercatat sebanyak dua kali lakalantas.

“Jumlah lakalantas pada Ope­rasi Ketupat tahun 2022 ini me­ning­kat dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan ramainya arus lalulintas selama mudik dan arus balik lebaran yang juga terjadi peningkatan,” ujar Bayful.

Kanit Gakkum Ipda Darwin didampingi Kaur Mintu Satlantas Bripka Yoga Pratama menambah­kan, untuk kendaraan yang ter­libat laka lantas selama Operasi Ketupat Singgalang  2022 tercatat 7 sepeda motor, 2 mobil penum­pang dan 2 unit mobil barang.

“Kami menghimbau kepada para pengemudi kendaraan agar selalu mengedepankan kesela­matan dalam berkendaraan, ser­ta memanfaatkan rest area untuk beristirahat. Jika sudah letih dan mengantuk jangan dipaksakan mengemudi, untuk menghindari kecelakaan lebih baik istirahat terlebih dahlu. Perhatikan rambu rambu lalu lintas demi keamanan dan keselamatan kita bersama,” himbaunya. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top